Marasabessy Kecam Pembiaran Tambang Sinabar Luhu dan “Mandulnya” Pengawasan

- Penulis

Sabtu, 25 April 2026 - 04:32 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Dapil SBB, Ismail Marasabessy. Foto : Merindudprd

Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Dapil SBB, Ismail Marasabessy. Foto : Merindudprd

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Aktivitas pertambangan sinabar di kawasan Gunung Tembaga, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) kembali memicu sorotan tajam.

DPRD Provinsi Maluku kini mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna menjamin aspek lingkungan dan keselamatan warga.

Penggunaan merkuri dalam aktivitas tambang tersebut diduga telah memicu pencemaran serius yang mengancam kesehatan masyarakat serta kelestarian ekosistem di wilayah sekitar.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Dapil SBB, Ismail Marasabessy, menyatakan bahwa persoalan tambang di wilayah tersebut merupakan masalah menahun yang terus dikeluhkan warga namun belum kunjung tuntas.

“Persoalan tambang sinabar ini bukan hal baru. Masyarakat sudah lama menyampaikan kekhawatiran mereka, terutama soal penggunaan merkuri yang diduga telah menyebar luas dan berdampak langsung pada kesehatan,” ungkap Ismail kepada wartawan di Ambon, Jumat (24/4/2026) dilansir merindudprd.com, portal resmi DPRD Maluku.

Baca Juga :  Bupati Buru Usulkan Tambahan IPR di Gunung Botak guna Akomodir Penambang Lokal

Menurutnya, diperlukan langkah konkret dari pemerintah pusat maupun daerah agar konflik lingkungan ini tidak berlarut-larut tanpa kepastian hukum.

Marasabessy menilai rencana penataan Pertambangan Rakyat sebenarnya merupakan solusi ideal, namun implementasinya di lapangan masih jauh dari harapan.

“Niat menata sistem agar lebih bertanggung jawab itu bagus. Tapi kenyataannya belum berjalan maksimal. Aktivitas tambang rakyat masih berlangsung tanpa pengawasan dan pengendalian yang memadai,” tegasnya.

Ia pun mendorong pemerintah tidak hanya terpaku pada urusan perizinan, tetapi juga masif melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya merkuri.

Belajar dari Kasus Gunung Botak

Dalam kesempatan tersebut, Ismail juga menyinggung lemahnya pengawasan di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru. Ia menilai kasus di sana menjadi bukti bahwa penertiban seringkali hanya bersifat sementara.

Baca Juga :  Lapak Pasar Lama yang Dijadikan Tempat Tinggal Bakal Dibongkar

“Kita jangan hanya berhenti di wacana. Di Gunung Botak, meski sempat dinyatakan bersih dari aktivitas ilegal, faktanya kegiatan di sana masih ada. Ini menunjukkan perlunya ketegasan ekstra dari pemerintah daerah,” imbuhnya.

Selain sinabar, Marasabessy juga menyoroti keberadaan tambang nikel di SBB yang ditengarai bermasalah terkait kelengkapan Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Kami serahkan penelusuran ini kepada instansi berwenang. Jika izinnya jelas dan sesuai aturan, silakan lanjut. Namun, jika ada penyimpangan, proses hukum harus ditegakkan. Kepastian hukum adalah kunci agar aktivitas tambang tidak merugikan rakyat dan alam,” pungkasnya. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dilanda Kemarau Panjang, Warga Negeri Lahema di SBT Krisis Air Bersih
Resmikan Sekretariat ICMI Maluku dan Luncurkan Muktamar VIII, Prof. Arif Satria Tekankan Pentingnya “Rumah Gagasan”
Perkuat Konektivitas Maluku, ASDP dan Bank Dunia Temui Warga Waipiri
Dorong Maluku Maju, Sekda Sadali Ie Ajak ICMI dan BRIN Perkuat Ekosistem Riset Kepulauan
Geliat Penolakan Investasi Peternakan Sapi Haji Isam di Aru: Terancam Cacat Hukum hingga Krisis Air
Terima Kwarda Maluku, Gubernur HL Komit Sukseskan Jamnas dan Dukung Penuh Musda
DPD PKS SBT Lanjutkan Distribusi Air Bersih Bagi Warga Bula
Jamin Keamanan Investasi, Sekda Maluku Tegaskan Lahan Hilirisasi Ubi Kayu Bursel Harus Bebas Sengketa

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIT

Dilanda Kemarau Panjang, Warga Negeri Lahema di SBT Krisis Air Bersih

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:52 WIT

Resmikan Sekretariat ICMI Maluku dan Luncurkan Muktamar VIII, Prof. Arif Satria Tekankan Pentingnya “Rumah Gagasan”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:11 WIT

Perkuat Konektivitas Maluku, ASDP dan Bank Dunia Temui Warga Waipiri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:25 WIT

Dorong Maluku Maju, Sekda Sadali Ie Ajak ICMI dan BRIN Perkuat Ekosistem Riset Kepulauan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:34 WIT

Geliat Penolakan Investasi Peternakan Sapi Haji Isam di Aru: Terancam Cacat Hukum hingga Krisis Air

Berita Terbaru

Ekonomi & Bisnis

HMI Cabang Ambon Desak Kejelasan Antrean BBM

Sabtu, 15 Agu 2026 - 19:25 WIT

Hukum & Kriminal

Naik Speedboat, Pengadilan Negeri Ambon Hadirkan Sidang Pidana di Saparua

Jumat, 14 Agu 2026 - 21:23 WIT