AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Pemerintah Provinsi Maluku bersama Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) memastikan pembangunan kembali puluhan rumah warga Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, yang rusak akibat bentrok, akan dilakukan menggunakan skema sharing anggaran.
Kepastian tersebut disampaikan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa saat meninjau langsung lokasi kejadian dan berdialog dengan warga di Patahuwe serta Lisabata, Senin (14/9/2026). Kunjungan ini dilakukan menyusul peristiwa bentrokan antar-dua desa tetangga tersebut pada Jumat (11/9/2026) malam.
Dalam peninjauan itu, Gubernur didampingi oleh Bupati SBB Asri Arman, Wakil Bupati Selfinus Kainama, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) SBB, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Maluku dan Kabupaten SBB.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Gubernur mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya di media sosial, serta menyerahkan penegakan hukum kepada pihak berwenang. Pemerintah juga memastikan korban luka akan mendapatkan layanan pengobatan gratis serta percepatan pemulihan fasilitas dan lahan warga yang terdampak konflik.
Sementara itu, Kepala Desa Lisabata Lauhin Kolly menyampaikan apresiasi atas kehadiran kepala daerah. Pihak desa bersama warga menegaskan komitmennya untuk mengedepankan perdamaian, sembari meminta jaminan keamanan, penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku perusakan, serta pengaktifan kembali Pos BKO untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Sebelumya, Gubernur Maluku menegaskan, seluruh biaya pengobatan empat korban luka sepenuhnya ditanggung oleh Pemprov Maluku. Langkah ini merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sekaligus menjaga agar situasi daerah tetap kondusif.
Diketahui, sebanyak 27 rumah warga dan satu unit sepeda motor dilaporkan terbakar dalam insiden yang terjadi di Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jumat (11/9/2026). Peristiwa tersebut juga menyebabkan empat warga Lisabata mengalami luka akibat terkena tembakan senjata angin. (HT-01)








