Penumpang Turun di Laut, Saadiah Minta Pemerintah Segera Bangun Dermaga Feri Tayando-Tam

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 16:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, HEADLINETIMUR.COM – Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty, kembali menyuarakan kebutuhan mendesak pembangunan dermaga feri di Maluku dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Menteri Perhubungan, Menteri PUPR, BMKG, serta BNPB/Basarnas di Senayan, Senin (13/4/2026).

Dalam forum tersebut, Saadiah mengangkat kondisi penyeberangan antarpulau pada rute Tayando – Tam hingga Tam- Kur, Kota Tual yang telah dilayani kapal feri selama sekitar tiga tahun, namun hingga kini belum memiliki dermaga.

Akibatnya, penumpang harus turun di tepi laut tanpa fasilitas sandar yang aman dan memadai.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini sangat berbahaya, terutama saat cuaca buruk dan ombak tinggi.

Proses naik turun penumpang menjadi penuh risiko, sehingga keselamatan masyarakat kerap dipertaruhkan setiap kali kapal beroperasi.

Menurut Saadiah, pembangunan dermaga feri bukan sekadar kebutuhan infrastruktur, tetapi menyangkut perlindungan keselamatan warga kepulauan.

“Bagi masyarakat Maluku yang bergantung pada transportasi laut untuk pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi, dermaga adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda,”tegas Saadiah.

Baca Juga :  Ziarah HUT ke-81 Maluku, Sekda Sadali Ajak ASN Teladani Pahlawan

Ia pun mendesak pemerintah pusat segera mengambil langkah konkret agar pembangunan dermaga di rute strategis tersebut dapat direalisasikan. Saadiah menilai kehadiran negara haruç layak.

Usulan ini menjadi bagian dari komitmen Saadiah Uluputty memperjuangkan aspirasi Maluku di tingkat nasional—agar mobilitas masyarakat antarpulau tidak lagi menjadi perjalanan penuh risiko, tetapi perjalanan yang aman dan bermartabat. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura
Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual
Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal
Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam
KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara
Perlindungan Perempuan dan Anak Wajib di Maluku Jadi Komitmen Daerah
Watubun: Listrik dan Telekomunikasi Penopang Layanan Warga Maluku

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 19:55 WIT

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura

Jumat, 25 September 2026 - 18:23 WIT

Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal

Jumat, 25 September 2026 - 17:27 WIT

Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Kamis, 24 September 2026 - 17:41 WIT

Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam

Kamis, 24 September 2026 - 11:51 WIT

KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara

Berita Terbaru

Ilustrasi tinggi muka laut di Indonesia mengalami kenaikan. Foto: dsda.jakarta.go.id/Hadua

Lingkungan

49 Ribu Warga Maluku Terdampak Kenaikan Air Laut

Senin, 28 Sep 2026 - 17:08 WIT

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT