Personel Satuan Polairud Polres MBD Intensifkan Pencarian Korban Seedboat Tenggelam

- Penulis

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Screenshot

Screenshot

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Upaya pencarian korban kecelakaan laut yang terjadi di Perairan Pulau Dai, Kecamatan Babar Barat, terus dilakukan secara maksimal oleh jajaran Polres Maluku Barat Daya bersama unsur TNI, BPBD, dan instansi terkait lainnya.

Memasuki hari kelima pencarian, Selasa (16/06/2026), fokus operasi masih diarahkan pada pencarian delapan sejumlah korban yang belum ditemukan pasca insiden tenggelamnya sebuah speedboat yang mengangkut sepuluh orang penumpang pada Kamis (11/6/2026).

Atas arahan langsung Kapolres MBD AKBP Budhi Suriawardhana, personel Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres MBD dikerahkan untuk memperluas area pencarian di wilayah perairan sekitar Pulau Moa dan Pulau Lakor.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan musibah kemanusiaan.

Tim pencarian terdiri dari personel Sat Polairud Polres MBD yang dipimpin oleh AIPTU Edy Tenga bersama BRIPDA Frando Benda dan BRIPDA Rambo Latupeirissa. Kegiatan tersebut turut didukung oleh unsur TNI AL melalui KLD Bah. Hillen Marco Pattikawa serta personel BPBD Kabupaten Maluku Barat Daya, Tiomarens Panjara.

Dalam pelaksanaan operasi, tim menggunakan sejumlah sarana pendukung berupa perahu karet, motor tempel (mopel), life jacket, dayung, serta perlengkapan keselamatan dan navigasi lainnya.

Pencarian dilakukan pada beberapa titik koordinat yang telah ditentukan berdasarkan analisa arus laut dan informasi lapangan, yakni 08°03’08.20″ S – 127°47’47.87″ E, 08°04’35.34″ S – 127°50’59.96″ E, dan 08°05’27.07″ S – 127°56’02.37″ E.

Metode pencarian yang digunakan adalah Expanding Square Search (pencarian persegi meluas), yang dikombinasikan dengan penyisiran sepanjang garis pantai dan pengamatan visual di area perairan yang diperkirakan menjadi lintasan hanyut korban.

Baca Juga :  Persaingan Ketat, 73 Calon Bintara Polri di Maluku Lolos Rikkes Tahap II

Selama kurang lebih tiga jam pelaksanaan operasi, tim menghadapi kondisi cuaca laut yang cukup menantang.

Tinggi gelombang tercatat berkisar antara 1,5 hingga 1,7 meter dengan kecepatan angin mencapai 15 hingga 17 knot serta suhu udara sekitar 27 derajat Celsius.

Meski demikian, semangat dan dedikasi personel di lapangan tidak surut dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut.

Kasat Polairud Polres MBD, IPDA Oktovianus Damaryanan, menjelaskan bahwa seluruh personel yang terlibat terus bekerja secara profesional dan mengedepankan aspek keselamatan selama proses pencarian berlangsung.

“Kami terus melakukan penyisiran pada area-area yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban dengan memperhatikan kondisi cuaca dan arus laut. Sampai saat ini tim masih berupaya semaksimal mungkin dan akan terus melakukan evaluasi terhadap area pencarian berikutnya,” ungkap Kasat Polairud.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat tetap berjalan dengan baik guna meningkatkan efektivitas operasi pencarian.

“Sinergitas antara Polri, TNI, BPBD serta masyarakat pesisir menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan operasi ini. Kami berharap dukungan dan doa dari seluruh masyarakat agar para korban yang masih hilang dapat segera ditemukan,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres MBD AKBP Budhi Suriawardhana, S.I.K. menegaskan bahwa pencarian korban merupakan prioritas utama yang mendapat perhatian penuh dari Polres MBD.

“Sejak menerima laporan kejadian, kami langsung mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki Polres MBD untuk mendukung proses pencarian dan penyelamatan. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk tanggung jawab dan kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada personel Sat Polairud, TNI, BPBD, pemerintah daerah, nelayan serta seluruh masyarakat yang turut membantu proses pencarian. Kerja sama dan solidaritas yang ditunjukkan menjadi bukti bahwa kita memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Maluku Tengah Serahkan Mesin Cetak KTP-El, Layani 20 Desa di Kecamatan Tehoru dan Telutih

Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilakukan sesuai prosedur dan hasil evaluasi di lapangan.

“Kami tidak akan mengurangi upaya pencarian selama masih ada peluang untuk menemukan para korban. Setiap perkembangan akan terus kami koordinasikan bersama tim gabungan agar langkah yang diambil tetap efektif dan tepat sasaran,” tegas AKBP Budhi.

Hingga berakhirnya kegiatan pencarian pada hari ini, tim gabungan belum menemukan tanda-tanda maupun objek yang menjadi sasaran operasi penyelamatan.

Seluruh personel kemudian kembali ke posko untuk melaksanakan evaluasi dan menyusun rencana pencarian lanjutan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, serta perkembangan informasi yang diperoleh di lapangan.

Diberitakan sebelumnya, speedboat berpenumpang 10 orang tersebut bertolak dari Desa Sinairusi menuju Pulau Tepa pada Kamis (11/6/2026). Dalam perjalanan, kapal cepat ini dihantam cuaca buruk hingga tenggelam di sekitar perairan Pulau Dai.

Dua penumpang dilaporkan selamat dalam insiden tersebut, yakni Yakop Anamofa (23) dan Ignasius Matrunkoly (42).

Para korban tersebut adalah Anton Menahem (40), Asael Daniel (72), Yomima Waliana (36), Regina Unwakolu (33), Enderfina Siaran (62),
Wulan Kelmury (35), Yoksan Unawekla (9), dan Marcelo Unawekla (4).

Memasuki hari kelima pencarian, Selasa (16/6/2026), Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan delapan dari sepuluh penumpang speedboat yang tenggelam di perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD). Cuaca buruk di sekitar Pulau Tepa menjadi kendala utama di lapangan. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dilanda Kemarau Panjang, Warga Negeri Lahema di SBT Krisis Air Bersih
Resmikan Sekretariat ICMI Maluku dan Luncurkan Muktamar VIII, Prof. Arif Satria Tekankan Pentingnya “Rumah Gagasan”
Perkuat Konektivitas Maluku, ASDP dan Bank Dunia Temui Warga Waipiri
Dorong Maluku Maju, Sekda Sadali Ie Ajak ICMI dan BRIN Perkuat Ekosistem Riset Kepulauan
Geliat Penolakan Investasi Peternakan Sapi Haji Isam di Aru: Terancam Cacat Hukum hingga Krisis Air
Terima Kwarda Maluku, Gubernur HL Komit Sukseskan Jamnas dan Dukung Penuh Musda
DPD PKS SBT Lanjutkan Distribusi Air Bersih Bagi Warga Bula
Jamin Keamanan Investasi, Sekda Maluku Tegaskan Lahan Hilirisasi Ubi Kayu Bursel Harus Bebas Sengketa

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIT

Dilanda Kemarau Panjang, Warga Negeri Lahema di SBT Krisis Air Bersih

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:52 WIT

Resmikan Sekretariat ICMI Maluku dan Luncurkan Muktamar VIII, Prof. Arif Satria Tekankan Pentingnya “Rumah Gagasan”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:11 WIT

Perkuat Konektivitas Maluku, ASDP dan Bank Dunia Temui Warga Waipiri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:25 WIT

Dorong Maluku Maju, Sekda Sadali Ie Ajak ICMI dan BRIN Perkuat Ekosistem Riset Kepulauan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:34 WIT

Geliat Penolakan Investasi Peternakan Sapi Haji Isam di Aru: Terancam Cacat Hukum hingga Krisis Air

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Naik Speedboat, Pengadilan Negeri Ambon Hadirkan Sidang Pidana di Saparua

Jumat, 14 Agu 2026 - 21:23 WIT

Sosial Kemasyarakan

Wali Kota Ambon: Ibu Tangguh, Fondasi Keluarga Kuat

Jumat, 14 Agu 2026 - 15:18 WIT