AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Maluku kembali menghadirkan inovasi Teras Pelayanan Publik (Teras). Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk mendekatkan akses pelayanan publik bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Dipusatkan di Balai Desa Buano Selatan, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) pada Kamis (23/7/2026), kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi lintas instansi.
Ombudsman menggandeng BPJS Kesehatan Cabang Ambon, Dinas Dukcapil SBB, Dinas Sosial SBB, Dinas Kesehatan Provinsi Maluku & Kabupaten SBB, Puskesmas Buano, hingga Jemaat GPM Buano.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui Teras Yanlik, warga dapat mengakses berbagai jenis layanan publik dalam satu lokasi, antara lain pelayanan administrasi dan informasi kepesertaan BPJS Kesehatan, gerai konsultasi serta pengaduan masyarakat.
Selain itu, ada pula layanan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan rekomendasi kepesertaan BPJS, pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk), pemeriksaan kesehatan gratis hingga nikah massal secara Kristen Protestan yang dilanjutkan dengan pencatatan perkawinan resmi oleh negara.
Sejak pagi hari, ribuan warga Pulau Buano tampak memadati lokasi kegiatan. Antusiasme terlihat dari antrean panjang di hampir seluruh stan pelayanan, terutama stan adminduk, pemeriksaan kesehatan, dan BPJS Kesehatan.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Maluku, Hasan Slamat, menegaskan bahwa Teras Yanlik adalah wujud nyata upaya menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, dan berkualitas bagi warga di wilayah terpencil tanpa perlu menempuh perjalanan jauh ke ibu kota kabupaten.
“Melalui Teras Yanlik, kami membangun kolaborasi agar warga bisa mengakses berbagai layanan penting di satu tempat. Mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi tinggi atau menyita waktu berhari-hari hanya untuk mengurus dokumen maupun berobat,” tegas Hasan.
Rosmin, salah satu warga setempat, mengaku sangat terbantu dengan hadirnya Teras Yanlik. Selama ini, masyarakat Pulau Buano harus menyeberang laut menuju Piru (ibu kota Kabupaten SBB) untuk mengurus administrasi maupun layanan kesehatan.
“Biasanya kami harus siapkan ongkos kapal, biaya perjalanan, bahkan menginap kalau urusannya belum selesai. Sekarang semua pelayanan datang langsung ke desa kami. Kami sangat bersyukur dan berharap kegiatan seperti ini rutin diadakan,” tutur Rosmin.

Apresiasi juga datang dari Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath. Ia memuji langkah Ombudsman RI Perwakilan Maluku yang memilih Pulau Buano sebagai pusat kegiatan.
“Program Teras Yanlik ini bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Ombudsman tidak hanya mengawasi, tetapi juga merangkul berbagai instansi agar dampaknya langsung dirasakan warga di wilayah kepulauan,” pungkas Abdullah Vanath sembari berharap model kolaborasi serupa dapat terus diperluas di Maluku. (HT-01)









