AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maluku Tenggara berhasil meringkus pelaku pembacokan brutal yang menggemparkan warga Desa Ohoibun, Kabupaten Maluku Tenggara.
Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, mengungkapkan bahwa pelaku berinisial F.Y alias Dedy ditangkap pada Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIT. Pelaku sempat melarikan diri dan bersembunyi di salah satu rumah warga sebelum akhirnya terendus petugas.
“Pelaku berhasil kami amankan setelah tim Satreskrim melakukan penyelidikan mendalam dan profiling,” ujar Kapolres dalam konferensi pers, Kamis (19/3/2026)*, didampingi Kasat Reskrim AKP Barry Talabessy.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi Kejadian
Peristiwa berdarah ini terjadi pada Sabtu (14/3/2026) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIT. Kronologi kejadian bermula saat pelaku mengambil sebilah parang dari area Pasar Sayur, lalu menuju kediaman korban berinisial E.W alias Pire di Ohoibun Bawah menggunakan sepeda motor.
Setibanya di lokasi, pelaku menyelinap masuk melalui pintu belakang. Tanpa ampun, ia langsung menyerang korban yang saat itu tengah terlelap di ruang tamu.
Saat korban terbangun dan mencoba menyelamatkan diri, pelaku mengayunkan parang ke arah kepala hingga korban tersungkur dengan luka serius. Usai melancarkan aksinya, Dedy langsung memacu motornya melarikan diri melalui jalan semula.
Motif Dendam Lama
Akibat serangan tersebut, korban menderita luka robek parah di bagian belakang kepala dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, motif di balik aksi nekat ini adalah dendam pribadi. Pelaku mengaku menyimpan sakit hati terhadap korban terkait sebuah peristiwa di masa lalu saat keduanya masih berada di Timika.
Ancaman Hukuman
Saat ini, F.Y telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 466 ayat (2) dan/atau ayat (1) UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.
Kapolres menegaskan pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi tindak kriminalitas yang meresahkan masyarakat. Ia juga mengimbau warga, terutama generasi muda, untuk tidak main hakim sendiri.
“Semua persoalan dapat diselesaikan melalui jalur hukum maupun pendekatan adat seperti Larvul Ngabal. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di Tanah Evav agar tetap kondusif,” pungkasnya. (HT-01)










