Kawal Tradisi Jalan Aiwat di Geser, Kapolsek Tekankan Pesan Kamtibmas dan Anti-Miras

- Penulis

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Suasana khidmat dan penuh persaudaraan menyelimuti Kota Geser, Kabupaten Seram Bagian Timur, saat masyarakat setempat menggelar tradisi Jalan Aiwat (jabat tangan) dan Hadarat keliling kota dalam rangka merayakan Idulfitri 1447 H, Minggu (22/3/2026).

Kegiatan yang berpusat di Rumah Adat Negeri Geser ini menjadi ajang silaturahmi akbar yang mempertemukan warga lokal dengan para perantau, mulai dari Kota Bula hingga luar daerah.

Acara dilepas secara resmi oleh Kapolsek Geser, Iptu Mo. Solissa, S.HI, bersama Raja Negeri Geser, Soilani Kelian. Hadir pula dalam momen sakral ini Camat Seram Timur Said Awad Alhamid, Babinsa Geser Serka Deny Tella, serta jajaran tokoh agama, adat, masyarakat, dan pemuda.

Rute Aiwat dimulai dari Rumah Raja Negeri Geser, melintasi Dusun Cemara, Dusun Lomin, Dusun Kampung Baru, hingga berakhir di Dusun Kilwaru.

Sekitar 500 warga tampak antusias mengikuti iring-iringan di bawah pengawalan ketat personel Polsek dan Koramil Geser yang dikoordinir langsung oleh Kapolsek.

Di sela kemeriahan tradisi, Kapolsek Geser Iptu Mo. Solissa menyisipkan pesan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Ia menekankan pentingnya menjaga kesucian bulan kemenangan dengan menjauhi perilaku negatif.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk menghindari permasalahan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Secara khusus, kami tegaskan agar warga tidak mengonsumsi, memproduksi, apalagi memperjualbelikan minuman keras (miras) yang sering kali menjadi pemicu gangguan keamanan,” tegas Iptu Mo. Solissa.

Baca Juga :  Direktur Perumdam Tirta Yapono Sebut Tarif Meteran Air Rp6 Juta Hanya "Kasuistik"

Selain masalah miras, beliau juga menyoroti pentingnya kerukunan dan kewaspadaan digital.

Selain itu, menjadikan Aiwat sebagai jembatan silaturahmi antarumat beragama.

“Mari kita bersama-sama menjaga keamanan agar perayaan Idulfitri ini tetap berkesan dan damai bagi kita semua,” tambahnya.

Tradisi Jalan Aiwat dan Hadarat ini bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata bahwa masyarakat Negeri Geser tetap menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur dalam menjaga harmoni di bumi Ita Wotu Nusa. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Negeri Morella Siap Gelar Atraksi Pukul Sapu Lidi dan Ritual Pela Gandong 2026
Arus Balik Lebaran di Hunimua Capai 4.178 Orang, Personel Polda Maluku Siaga Penuh
Pasca Idulfitri dan jelang Paskah, Polres Kepulauan Tanimbar Tingkatkan Patroli di Objek Wisata
ASDP Ambon: Hingga H+2 Lebaran, 102 Ribu Penumpang Seberangi Lintasan Hunimua-Waipirit
Belajar dari Kegagalan Bandara Kertajati, Praktisi Pelabuhan Dukung MIP Dibangun di Ambon
Gubernur Maluku Janji Tuntaskan Jalan Rumberu-Manusa Lewat Skema Dana Inpres
Polda Maluku Perketat Patroli Pasca-lebaran
BMKG Peringatkan Kenaikan Air Laut, Sejumlah Desa di SBT Terendam Banjir Rob

Berita Terkait

Jumat, 27 Maret 2026 - 08:12 WIT

Negeri Morella Siap Gelar Atraksi Pukul Sapu Lidi dan Ritual Pela Gandong 2026

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:16 WIT

Pasca Idulfitri dan jelang Paskah, Polres Kepulauan Tanimbar Tingkatkan Patroli di Objek Wisata

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:25 WIT

ASDP Ambon: Hingga H+2 Lebaran, 102 Ribu Penumpang Seberangi Lintasan Hunimua-Waipirit

Rabu, 25 Maret 2026 - 21:36 WIT

Belajar dari Kegagalan Bandara Kertajati, Praktisi Pelabuhan Dukung MIP Dibangun di Ambon

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:54 WIT

Gubernur Maluku Janji Tuntaskan Jalan Rumberu-Manusa Lewat Skema Dana Inpres

Berita Terbaru