AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Bodewin M. Wattimena mengungkapkan bahwa selama setahun menjabat, dirinya bersama Wakil Wali Kota (Wawali) Elly Toisuta telah berupaya merealisasikan 17 program prioritas dengan maksimal.
Pernyataan tersebut disampaikan Bodewin saat berpidato pada Rapat Paripurna DPRD dalam rangka penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 di ruang rapat Baileo Rakyat, Selasa (31/3/2026).
“Program-program ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, pelaksanaan program-program tersebut tetap menitikberatkan pada prinsip pemerataan dan keadilan sosial, selaras dengan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Ambon Tahun 2023-2026.
“Kami berharap pembangunan daerah dapat berjalan terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat serta kemajuan Kota Ambon secara keseluruhan,” ungkapnya.
Memasuki satu tahun masa kepemimpinan, Bodewin memaparkan capaian dari 17 Program Prioritas yang telah terlaksana.
Pertama, akses Air Bersih kepada masyarakat. Distribusi dilakukan di wilayah Passo Transit, Amplas, Kezia, Kudamati Atas, hingga Halong.
Dilakukan pula penggantian pompa di Lateri, Batu Gajah, Pulugangsa, Halong Atas, dan Waimahu. Kerja sama dengan PT Pelindo juga dijalin untuk suplai air bersih ke pelabuhan, mencakup pengembangan pipa di 9 lokasi dan pembangunan sarana prasarana di 16 lokasi.
Kesua, Pengelolaan Sampah dan Lingkungan. Pemkot menjalin kerja sama dengan Bank Sampah Induk Bumi Lestari dan memasang trash boom.
Penambahan armada mencakup 8 dump truck, 1 compactor, dan 1 ekskavator. Pembangunan 19 collection point (TPS) dan penempatan 50 wastebin di 30 lokasi telah dilakukan. Rata-rata sampah yang tertangani mencapai 176,43 ton per hari.
Ketiga, transportasi dan Kemacetan
Pembangunan jalan alternatif dan rekayasa lalu lintas terus digalakkan. Pemeliharaan marka dan rambu jalan dilakukan di 12 jalan utama.
Selain itu, penataan Terminal A1 dan A2 serta penyediaan parkir motor di bekas Pasar Apung (kapasitas 600 motor) juga terealisasi.
‘Saat ini terdapat 30 ruas lahan parkir resmi berdasarkan SK Wali Kota Nomor 6937 Tahun 2025,”sebut Bodewin.
Keempat, penataan Infrastruktur dan Fasilitas Publik. Telah dilakukan peningkatan jalan aspal di berbagai titik seperti Rutong, Halong, hingga Passo.
Selain itu, dilakukan pengadaan lampu jalan di 29 titik, perbaikan taman bermain, serta rehabilitasi Pasar Arumbae, Pasar Rumah Tiga, dan Pasar Gedung Putih agar lebih ramah disabilitas.
Kelima, lapangan Kerja dan UMKM
Tersertifikasinya pengelola di 40 koperasi sesuai standar SKKNI. Sebanyak 50 Koperasi Merah Putih telah berbadan hukum.
Menurut Bodewin, dukungan UMKM mencakup pemberian 80 booth container, 200 etalase, serta fasilitasi KUR. Pelatihan khusus juga diberikan kepada penyandang disabilitas.
Keenam, Pelayanan Publik dan Investasi. Melalui Mall Pelayanan Publik (MPP), jumlah izin yang terbit tahun 2025 mencapai 11.417 izin. Indeks Kepuasan Masyarakat berada di angka 87,56 persen dengan realisasi investasi sebesar Rp 269,14 miliar.
Ketujuh, Ambon City of Music & Ekonomi Kreatif. Tercatat sebanyak 7 acara besar dilaksanakan pada 2025 melibatkan 176 UMKM, dengan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) qekonomi kreatif tercatat sebesar Rp 150,07 miliar, didukung dengan pemberian sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Kedelapan, Pendidikan dan Kesehatan
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah melayani 46.909 siswa. Capaian rapor pendidikan rata-rata di angka 75,1 (Tuntas Pratama).
“Di sektor kesehatan, capaian UHC Ambon mencapai 98,65 persen, dan angka stunting berhasil ditekan hingga 272 kasus (terendah sejak 2021),”papar mantan Sekretaris DPRD Provinsi Maluku itu.
Kesbembilan, peningkatan PAD.
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 mencapai Rp 225.541.387.849. Upaya ini didukung pemasangan 370 meter air tanah, 250 alat rekam pajak online di hotel/restoran, serta pekan penagihan PBB.
Sepuluh, Program Wali Kota Jumpa Rakyat (WAJAR). Dilaksanakan 24 kali sepanjang 2025, menerima 256 pelapor dengan 335 pengaduan. Integrasi layanan juga dilakukan melalui omnichannel dan kerja sama dengan 117 media pada 2026.
Kesebelas, Pariwisata Terintegrasi
Kunjungan wisatawan mencapai 102.239 jiwa (domestik dan mancanegara) dengan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) sebesar 41,39 persen.
Dua belas, Penataan Birokrasi.
Pemkot meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari BPK dan nilai MCP KPK sebesar 79,28 persen. Indeks Pelayanan Publik mencapai 4,06 persendengan kategori kepatuhan kualitas tinggi.
Tiga belas, Ambon Smart City.
Implementasi Call Center 112, pemeliharaan CCTV di 57 titik, penggunaan Tanda Tangan Elektronik (TTE) bagi OPD, serta pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT).
Empat belas, Penanggulangan Kemiskinan. Pemberian bantuan sosial bagi 836 keluarga miskin, bantuan alat bantu disabilitas, serta program BETA (Bakukele Pekerja Rentan Ambon).
Lima belas, lembaga Keagamaan
Pemberian insentif kepada 869 petugas keagamaan (Tuagama, penjaga rumah ibadah), fasilitas nikah massal, serta bantuan hewan kurban dan kegiatan safari keagamaan.
Enam belas, Peran Pemuda
Akselerasi ekonomi kreatif melalui workshop konten digital, manajemen talenta nasional, dan pelatihan wirausaha muda (Ambon Creativepreneur).
Tujuh belas, lembaga adat dan ormas. Legalitas 28 ormas telah ditetapkan, pemberian bantuan hibah, penanganan 98 kasus kebakaran, hingga penghargaan Dafa Award dari Kementerian PPPA untuk Forum Anak Kota Ambon. (HT-01)










