AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Kedutaan Besar Kerajaan Belanda menyatakan komitmennya untuk memfasilitasi kerja sama antara Universitas Islam Negeri (UIN) A.M. Sangadji Ambon dengan berbagai perguruan tinggi di Belanda.
Komitmen tersebut disampaikan oleh Atase Sains dan Pendidikan Kedutaan Besar Belanda, Yvonne Klerks, saat mengunjungi kampus UIN Ambon, Rabu (8/4/2026).
Kedatangan Yvonne Klerks beserta rombongan disambut hangat oleh Rektor UIN Ambon, Dr. Abidin Wakano, M.Ag., di ruang Senat. Pertemuan tersebut berlangsung produktif dengan fokus pada pembangunan kolaborasi internasional.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Rektor Dr. Abidin Wakano menyampaikan harapannya agar kunjungan ini segera ditindaklanjuti dalam bentuk kerja sama konkret.
Ia juga memaparkan perkembangan signifikan UIN Ambon pascatransformasi, termasuk berbagai kemitraan strategis yang telah dijalin di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara dalam sambutannya, Yvonne Klerks mengaku bangga dapat berkunjung langsung ke UIN Ambon.
Ia menegaskan kesiapannya untuk membuka jaringan kolaborasi yang luas, khususnya di bidang pendidikan, riset, kebudayaan, dan studi agama.
Menurut Yvonne, hubungan historis yang erat antara Maluku dan Belanda merupakan modal sosial yang besar untuk pengembangan akademik.
“Potensi ini akan sangat baik jika diimplementasikan dalam kerja sama pendidikan, agama, dan budaya,” ujarnya.
Ia juga menawarkan peran Kedutaan Besar Belanda sebagai jembatan bagi UIN Ambon untuk bermitra dengan institusi di Belanda, mencakup aspek penelitian hingga pengabdian masyarakat.
Dalam sesi dialog, Yvonne sempat mendalami kesiapan UIN Ambon dalam mengelola transisi manajemen pascatransformasi, mengingat koordinasi ganda antara Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Menanggapi hal tersebut, Rektor menjelaskan bahwa transformasi menjadikan universitas memberikan fleksibilitas dalam pengembangan program studi umum tanpa meninggalkan ciri khas keislaman.
“UIN Ambon mengintegrasikan ilmu keislaman dan sains dengan semangat membangun nilai kemanusiaan yang multikultural,” jelas Abidin.
Ia menambahkan bahwa saat ini UIN Ambon telah memiliki program studi strategis seperti Jurnalistik, Sistem Informasi, dan Informatika di bawah Fakultas Komunikasi, Data Sains, dan Informatika.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa UIN Ambon memiliki keunggulan sebagai pusat studi perdamaian, yang diharapkan menjadi nilai tawar kuat dalam membangun jejaring dengan universitas di Belanda.
“Kami berharap kerja sama ini nantinya membuka peluang beasiswa bagi dosen dan mahasiswa, sekaligus memperkuat posisi UIN Ambon di kancah global,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Wakil Rektor, Dekan, LP2M, serta Kepala Pusat Bahasa dan Hubungan Internasional. Acara diakhiri dengan pertukaran cendramata dan sesi foto bersama sebagai simbol awal kemitraan strategis. (HT-01)










