AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Maluku akhirnya angkat bicara terkait kondisi memprihatinkan Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Yaholu di Desa Tehua, Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah, yang sempat viral di media sosial.
Sekretaris PWM Maluku, Abdullah Marasabessy, membenarkan bahwa foto sekolah yang viral di Facebook beberapa hari lalu adalah bangunan SD Muhammadiyah Yaholu.
Abdullah menjelaskan, terdapat tiga ruangan di sekolah tersebut yang sudah tidak bisa digunakan lagi untuk proses belajar mengajar akibat kerusakan parah.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Benar, itu foto SD Muhammadiyah di Dusun Yaholu, Desa Tehua, Kecamatan Telutih, Malteng. Ada tiga ruangan yang sudah tidak digunakan untuk proses belajar mengajar karena atap sengnya bocor dan terlepas. Akibatnya, para siswa harus menggunakan tiga ruangan yang tersisa secara bergantian,” jelas Abdullah saat dikonfirmasi, Rabu (27/5/2026) malam.
Menurut mantan anggota DPRD Maluku tersebut, pihak PWM Maluku bersama Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Maluku Tengah telah meninjau langsung lokasi sekolah.
Mereka juga telah melaporkan kondisi riil SD Muhammadiyah Yaholu kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Kami informasikan bahwa pada tahun 2026 ini, sekolah tersebut akan direhabilitasi melalui bantuan revitalisasi ruang belajar serta pengadaan meja dan kursi siswa. Semoga bisa terwujud tahun ini. Insyaallah,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah foto yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan SD Muhammadiyah di Dusun Yaholu mendadak viral di Facebook. Foto tersebut pertama kali diunggah oleh akun Aghil Uspar di grup Facebook ‘BERITA MALTENG’ pada Senin (25/5/2026).
Unggahan itu langsung memancing gelombang simpati sekaligus kritik dari warganet. Hingga Rabu (27/5/2026) malam, postingan tersebut telah direspons oleh lebih dari 3.200 akun, mendapat 523 komentar, dan dibagikan sebanyak 183 kali.
Dalam foto yang beredar, tampak jelas bangunan sekolah sudah tidak layak pakai. Cat dindingnya kusam dan mengelupas di berbagai sisi.
Lebih parah lagi, bagian atap seng terlihat rusak berat—bolong, rapuh, hingga melorot di beberapa titik—sehingga dipastikan tidak mampu menahan air saat hujan turun.
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari netizen yang menyayangkan adanya ketimpangan fasilitas pendidikan di daerah tersebut. (HT-01)









