AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Universitas Pattimura (Unpatti) resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026 sekaligus membuka penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri.
Pengumuman tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unpatti, Prof. Dr. Dominggus Malle, S.Pt., M.Sc., dalam konferensi pers di Lantai 2 Rektorat Universitas Pattimura, Selasa (26/5/2026).
Dalam keterangannya, Prof. Malle menjelaskan bahwa hasil SNBT telah diumumkan secara daring pada 25 Mei 2026 pukul 17.00 WIT melalui laman resmi [https://pengumuman-snpmb.id/](https://pengumuman-snpmb.id/).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan hasil rekapitulasi nasional yang berlangsung di Surabaya pada 22–23 Mei 2026, Unpatti meloloskan sebanyak 2.109 mahasiswa dari total 5.627 pendaftar.
Sebenarnya, Unpatti menyediakan kuota sebanyak 3.464 kursi yang tersebar di 83 program studi (prodi). Namun, dari total prodi tersebut, masih ada yang belum terpenuhi kuotanya, khususnya pada Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kabupaten Kepulauan Aru dan Maluku Barat Daya.
“Kuota yang belum terpenuhi ini nantinya akan dialihkan ke jalur mandiri, sehingga kesempatan bagi calon mahasiswa masih terbuka luas,” ujar Prof. Malle.

Ia mengungkapkan, peserta yang dinyatakan lulus berasal dari 25 provinsi di Indonesia, meski sekitar 80 persen masih didominasi oleh calon mahasiswa asal Maluku. Hal ini menunjukkan bahwa Unpatti tetap menjadi kampus pilihan berskala nasional.
Prof. Malle menambahkan, Program Studi Pendidikan Dokter kembali menjadi prodi yang paling diminati dengan tingkat persaingan mencapai 1:13, atau dengan tingkat kelulusan hanya sekitar 7,67 persen.
Selain Kedokteran, prodi lain yang mencatatkan tingkat persaingan tinggi adalah Teknik Perminyakan, Farmasi, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Gizi.
Terkait registrasi ulang, mahasiswa yang dinyatakan lulus wajib menyelesaikan pendaftaran paling lambat 31 Juli 2026.
Kendati demikian, pihak Unpatti mengimbau agar pelengkapan berkas dilakukan lebih awal sebelum 3 Juli 2026 demi menyesuaikan kuota final penerimaan jalur mandiri.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Malle memaparkan bahwa Unpatti membuka empat skema untuk jalur mandiri tahun ini, yakni Mandiri UTBK Reguler, Mandiri Prestasi yang khusus bagi calon mahasiswa berprestasi akademik/non-akademik di prodi tertentu dan dibebaskan dari biaya pendaftaran.
Kemudian, Mandiri Nilai UTBK SNBT bagi peserta yang mengikuti SNBT namun belum lolos; seleksi menggunakan nilai tes sebelumnya tanpa perlu ujian ulang.
Sedangkan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)diperuntukkan bagi masyarakat yang kuliahnya sempat terhenti, atau pekerja dengan pengalaman kerja minimal 5 tahun. Pengalaman kerja/akademik tersebut nantinya dikonversi menjadi Satuan Kredit Semester/SKS).
Prof. Malle mengingatkan calon mahasiswa agar lebih cermat dalam memilih prodi, terutama dalam membedakan lokasi antara kampus utama dan kampus PSDKU di Kepulauan Aru maupun Maluku Barat Daya.
“Calon mahasiswa harus teliti saat memilih prodi agar tidak salah menentukan lokasi kampus. Sebab, sistem akan langsung menempatkan mahasiswa sesuai pilihan yang diinput,” tegasnya.
Ia berharap, jalur mandiri Unpatti ini dapat menjadi peluang emas bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan tinggi sesuai minat dan kompetensinya, sekaligus mendukung peningkatan kualitas SDM di Maluku dan Indonesia. (HT-01)









