Realisasi APBD Maluku Baru 11,46 Persen, Perputaran Ekonomi Bisa Terhambat

- Penulis

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:06 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Provinsi Maluku tercatat sebagai salah satu daerah dengan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanjq Daerah (APBD) terendah hingga awal Juni 2026, yakni baru mencapai 11,46 persen dari total APBD Rp2,5 triliun.

Rendahnya realisasi APBD Provinsi Maluku tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bidang Koordinator Wilayah Zona Timur, Dr. Ribka Haluk, melakukan kunjungan kerja perdana ke Provinsi Maluku, Kamis (4/6/2026)

Kunjungan itu untuk memantau pelaksanaan program pembangunan daerah, memperkuat sinergi pusat-daerah, serta mendorong percepatan Program Strategis Nasional (PSN).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Wamendagri, realisasi pendapatan APBD Provinsi Maluku tercatat sebagai yang terendah kedua secara nasional.

Ia mengingatkan bahwa rendahnya realisasi anggaran dapat menghambat perputaran ekonomi di daerah.

Karena itu, Kemendagri siap memberikan pendampingan kepada Pemerintah Provinsi Maluku untuk mempercepat proses administrasi dan pelaksanaan anggaran.

“Memasuki bulan Juni, realisasi anggaran harus terus dipacu. Kemendagri siap memberikan pendampingan penuh agar serapan anggaran berjalan optimal dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Gubernur Maluku dan Dubes Belanda Jajaki Kerja Sama Ekspor hingga Pendidikan

Bahas PSN dan Sektor Maritim

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Maluku pada tahun 2025 mencapai 5,44 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka 5,34 persen.

Sementara itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 15,78 persen pada 2024 menjadi 15,25 persen pada 2025.

Gubernur juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Maluku dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Dari 68 indikator Program Strategis Nasional yang menjadi target pemerintah pusat, Maluku telah merealisasikan 60 indikator atau mencapai 88 persen.

Capaian tersebut mencakup berbagai program prioritas seperti pengentasan kemiskinan ekstrem, pembangunan rumah rakyat, penyaluran cadangan beras pemerintah, pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), program Makan Bergizi Gratis, peningkatan akses pendidikan, hingga pembentukan koperasi di 1.235 desa dan kelurahan.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga meminta dukungan Kemendagri untuk mempercepat sejumlah proyek strategis yang dinilai mampu menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi Maluku, yakni pembangunan Maluku Integrated Port sebagai bagian dari Pengembangan Pelabuhan Ambon Terpadu, akselerasi pengembangan Blok Masela, dan penyelesaian pembangunan Bendungan Wayapu.

Baca Juga :  Ombudsman Maluku Desak Pemkab SBB Tindak Lanjuti LHP Terkait Surat Keterangan Tanah

Menanggapi paparan tersebut, Wamendagri memberikan apresiasi atas kinerja Pemerintah Provinsi Maluku dalam mengimplementasikan program-program prioritas nasional.

Ia menegaskan, bahwa fokus pemerintah saat ini adalah menurunkan angka kemiskinan ekstrem serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Menurutnya, Maluku memiliki potensi besar di sektor maritim yang dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah maupun nasional.

Potensi perikanan, budidaya kelautan, hingga komoditas bernilai tinggi seperti mutiara perlu terus dikembangkan secara optimal agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Sektor maritim Maluku memiliki keunggulan yang luar biasa. Potensi di atas laut maupun di bawah laut harus dikelola secara maksimal sehingga mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wamendagri. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wagub Maluku Optimistis SIPD-RI H2H Tutup Celah Kesalahan Transaksi
Siasati Ketergantungan APBN, Wagub Maluku Dorong Optimalisasi Sektor Pertanian dan Kelautan
Raih WTP 10 Beruntun, Pemprov Maluku Belum Tindak Lanjuti 165 Rekomendasi BPK
Gubernur Desak Pusat Beri Ruang Daerah Kelola ASN di Kepulauan
Persaingan Terakhir Tiga Pejabat Menuju Kursi Sekkot Ambon
Pemkot Ambon Gandeng FST Unpatti Garap Pembangunan Berbasis Sains dan Teknologi
Sanksi ASN Pungli, Pemkot Ambon Gencarkan Digitalisasi
Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Maluku Tengah Lobi Dirjen SDA Kementerian PU

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:11 WIT

Wagub Maluku Optimistis SIPD-RI H2H Tutup Celah Kesalahan Transaksi

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:07 WIT

Siasati Ketergantungan APBN, Wagub Maluku Dorong Optimalisasi Sektor Pertanian dan Kelautan

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:38 WIT

Raih WTP 10 Beruntun, Pemprov Maluku Belum Tindak Lanjuti 165 Rekomendasi BPK

Senin, 8 Juni 2026 - 19:00 WIT

Gubernur Desak Pusat Beri Ruang Daerah Kelola ASN di Kepulauan

Senin, 8 Juni 2026 - 10:06 WIT

Persaingan Terakhir Tiga Pejabat Menuju Kursi Sekkot Ambon

Berita Terbaru

Rektor Universitas Pattimura  Prof. Fredy Leiwakabessy menyampaikan sambutan pada Focus Group Discussion (FGD) Blok Masela hasil kerja sama Unpatti dan INPEX Masela, Ltd di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (11/6/2026). Foto : Istimewa

Ekonomi & Bisnis

Rektor Unpatti : Rantai Pasok Blok Masela Wajib Sejahterakan Maluku

Jumat, 12 Jun 2026 - 17:18 WIT