Wamen PPPA Veronica Tan Dorong Perempuan Maluku Jadi Penggerak Ekonomi Melalui Kebun Pangan

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:35 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan. (Foto: Headlinetimur.com)

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan. (Foto: Headlinetimur.com)

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan Maluku sebagai pilar strategis dalam mendongkrak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan menggerakkan roda ekonomi nasional hingga daerah.

Menurutnya, potensi perempuan di sektor domestik maupun produktif sangat besar, salah satunya di sektor kelautan. Banyak perempuan berada di rantai produksi perikanan.

“Bapak mencari ikan di laut, tapi yang menjual dan mengolah itu mama-mama. Jadi, bagaimana hitungan strategis itu harus melibatkan perempuan, karena setengah dari penduduk Indonesia adalah perempuan. Kalau tidak dihitung secara nasional untuk menambah PDRB, kita akan tertinggal,” ujar Veronica saat menyampaikan sambutan pada pembukaan kegiatan Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau yang digelar di aula BPMP Maluku, Rumah Tiga, Kota Ambon, Jumat (12/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Wamen PPPA menjelaskan, program Kebun Pangan Perempuan yang disinergikan dengan program Perhutanan Sosial dan SPPG MBG diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi mandiri bagi keluarga.

Baca Juga :  Bupati Malteng Pastikan Dua PSN Senilai Rp640 Miliar Segera Dibangun di Negeri Liang

Melalui skema ini, kelompok perempuan diberikan hak pengelolaan (ownership) atas lahan.

Langkah ini telah sukses diuji coba di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 21 April 2026 lalu. Di sana, Perhutanan Sosial menyerahkan pengelolaan lahan seluas 650 hektare kepada 150 perempuan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) untuk menanam tanaman heritage (warisan lokal) dan bambu (bambunisasi).

Veronica melihat model ini sangat potensial untuk diterapkan di Maluku dengan menyesuaikan komoditas lokal yang ada, seperti vanili, umbi-umbian, atau sorgum.

“Jika di Maluku ada umbi-umbian, harusnya itu menjadi tanaman heritage dari mama-mama kita, atau bisa juga umbi-umbian dan sorgum. Ini potensi lokal yang bisa dikembangkan,”jelasnya.

Menurut Wamen Veronica, dampak jangka panjangnya, kebutuhan nutrisi dan gizi anak mudah terpenuhi. Selanjutnya, akan ada proses edukasi soal stunting dan gizi melalui komunitas perempuan di kebun pangan ini.

Baca Juga :  Pembangunan Kantor Disdukcapil Ambon Tahap I Diperpanjang 50 Hari

Meski wilayah Maluku didominasi oleh 96 persen perairan, Veronica optimis program ini bisa berjalan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur yang ada.

Ia pun berencana menggelar koordinasi virtual dengan Kepala Dinas PPPA Maluku untuk memetakan titik lokasi yang siap diluncurkan sebagai modeling seperti di Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau diselenggarakan oleh aktivis perempuan yang tergabung dalam Gerak Bersama Perempuan Maluku (GBPM) dengan dukungan Yayasan IPAS.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 11-13 Juni 2026. Usai acara pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian pemetaan isu dan permasalahan aktual oleh perwakilan perempuan dari empat gugus pulau, dan seminar.

Sedangkan pada hari kedua, Sabtu (13/6/2026), akan dilanjutkan dengan agenda diskusi tematik yang mengangkat topik keadilan reproduksi, keadilan iklim, keadilan hukum dan HAM, serta penguatan jaringan perempuan Maluku. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Komisi II DPRD SBT Desak Pemda Bangun Jembatan Darurat di Wai Bobot
Persaingan Ketat, 73 Calon Bintara Polri di Maluku Lolos Rikkes Tahap II
Polemik Pemotongan Gaji dan Penonaktifan BPJS PPPK PW, Begini Penjelasan Direktur RSUD Masohi
Besok GBPM Gelar Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau, Dihadiri Wamen PPPA
Gaji Dipotong, BPJS 148 PPPK Paruh Waktu RSUD Masohi Justru Dinonaktifkan
Gubernur Hendrik : Mentan Setujui Hilirisasi Komoditas Kelapa di Empat Kabupaten
Buka Persiapan Operasional IPR Gunung Botak, Bupati Buru Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal
Polres SBB Redam Konflik Dusun Katapang dan Olas Lewat Mediasi

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 09:35 WIT

Wamen PPPA Veronica Tan Dorong Perempuan Maluku Jadi Penggerak Ekonomi Melalui Kebun Pangan

Jumat, 12 Juni 2026 - 20:57 WIT

Ketua Komisi II DPRD SBT Desak Pemda Bangun Jembatan Darurat di Wai Bobot

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:49 WIT

Persaingan Ketat, 73 Calon Bintara Polri di Maluku Lolos Rikkes Tahap II

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:14 WIT

Polemik Pemotongan Gaji dan Penonaktifan BPJS PPPK PW, Begini Penjelasan Direktur RSUD Masohi

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:11 WIT

Besok GBPM Gelar Forum Konsolidasi Perempuan Seribu Pulau, Dihadiri Wamen PPPA

Berita Terbaru

Rektor Universitas Pattimura  Prof. Fredy Leiwakabessy menyampaikan sambutan pada Focus Group Discussion (FGD) Blok Masela hasil kerja sama Unpatti dan INPEX Masela, Ltd di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (11/6/2026). Foto : Istimewa

Ekonomi & Bisnis

Rektor Unpatti : Rantai Pasok Blok Masela Wajib Sejahterakan Maluku

Jumat, 12 Jun 2026 - 17:18 WIT