Kapolda Maluku: Negara Tidak Boleh Kalah dari Pertambangan Ilegal

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:08 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Kapolda Maluku, Irjen Pol. Dadang Hartanto mengatakan pihaknya berkomitmen mengawal proses penataan kawasan pertambangan emas Gunung Botak, Kabupaten Buru secara konsisten.

Kapolda menegaskan bahwa negara harus hadir dan berdaulat di wilayah tersebut.

“Negara tidak boleh kalah terhadap aktivitas pertambangan ilegal. Gunung Botak harus ditata dengan keseimbangan antara penegakan hukum, keamanan, dan kelestarian alam,” tegas Kapolda saat bersama Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan jajaran Forkopimda Maluku, meninjau langsung kawasan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Gunung Botak, Kabupaten Buru, Rabu (6/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, Kapolda menjelaskan bahwa Polri tidak hanya mengedepankan tindakan represif, tetapi juga langkah-langkah preventif demi mencegah terjadinya kerusakan lebih lanjut.

Baca Juga :  Tinjau Jalan Piru-Loki 2025, Saadiah Uluputty Dorong Pemerataan Infrastruktur Pulau Seram

Selain itu memberi pemahaman kepada masyarakat tentang pengelolaan SDA yang bertanggung jawab serta memastikan roda ekonomi masyarakat tetap berputar namun dalam koridor hukum yang legal agar tidak memicu konflik sosial.

Sementara itu Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa penataan Gunung Botak adalah langkah krusial untuk menghentikan degradasi lingkungan yang telah berlangsung bertahun-tahun.

“Kita tidak bisa menutup mata. Penertiban ini bukan sekadar penegakan hukum, melainkan upaya menyelamatkan masa depan lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat,” ujar Gubernur.

Baca Juga :  Jadi Khatib Idulfitri di Ambon, Kapolda Maluku Serukan Penguatan Persaudaraan

Ia pun mengimbau masyarakat untuk segera meninggalkan praktik ilegal dan beralih ke wadah resmi seperti koperasi agar aktivitas penambangan memiliki payung hukum yang jelas.

“Kunjungan kerja ini bertujuan memastikan efektivitas penertiban aktivitas ilegal sekaligus mendorong transisi menuju sistem pertambangan rakyat yang sah, aman, dan berkelanjutan,”pungkasnya.

Rombongan Forkopimda yang melibatkan unsur Pemerintah Provinsi, TNI-Polri, dan Kejaksaan memantau langsung titik aktivitas di Pos Tanah Merah.

Dalam agenda tersebut, Kapolda dan Gubernur turut nengecek kesiapsiagaan pos pengamanan, menerima paparan dari Satgas penertiban, dan enyaksikan pemusnahan barang bukti hasil operasi sebagai simbol ketegasan penegakan hukum. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Klarifikasi Kodam Soal Proyek Parkir di Sungai Wae Tomu Gagal Jawab Akar Persoalan
Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura
Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual
Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal
Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam
KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara
Perlindungan Perempuan dan Anak Wajib di Maluku Jadi Komitmen Daerah

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:13 WIT

Klarifikasi Kodam Soal Proyek Parkir di Sungai Wae Tomu Gagal Jawab Akar Persoalan

Minggu, 27 September 2026 - 19:55 WIT

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura

Sabtu, 26 September 2026 - 17:25 WIT

Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual

Jumat, 25 September 2026 - 18:23 WIT

Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal

Jumat, 25 September 2026 - 17:27 WIT

Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Berita Terbaru

Kesehatan

Bea Cukai-BPOM Ambon Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan

Senin, 28 Sep 2026 - 20:39 WIT