AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena menegaskan, capaian nilai 3,6 pada Evaluasi Implementasi Kota Cerdas (Smart City) Tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa transformasi digital yang dijalankan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus menunjukkan hasil positif.
Keberhasilan menembus jajaran 10 ibu kota provinsi yang dievaluasi secara nasional ini menjadi motivasi besar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi.
“Puji Tuhan, hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa upaya Pemkot Ambon dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis digital mulai membuahkan hasil. Ini bukan sekadar angka, melainkan cerminan bahwa arah pembangunan kota kita sudah berada di jalur yang benar,” ujar Wali Kota di sela-sela pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Hotel Grand City Hall Kota Medan, Sumatera Utara, Rabu (1/7/2026).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil evaluasi yang diterbitkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui Direktorat Jenderal Teknologi Pemerintah Digital tersebut tertuang dalam Surat Nomor B-121/DJTPD/AI.01.02/05/2026 tertanggal 12 Mei 2026.
Penilaian ini mengacu pada amanat Peraturan Pemerintah Nomor 59 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Perkotaan dengan Pendekatan Kota Cerdas.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah serta dukungan masyarakat. Oleh karena itu, saya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi membangun Ambon menjadi kota yang semakin modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” katanya.
Evaluasi nasional tersebut menilai penerapan konsep Smart City melalui 116 indikator yang mencakup enam dimensi utama, yakni Smart Governance, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, Smart Environment, dan Smart Branding.
Kota Ambon sendiri memperoleh rincian nilai Baseline 3,8, Output 3,18, Outcome 3,33, Impact 3,94, Quick Wins 4, dan Emerging Technology 4. Nilai akhir 3,6 ini menempatkan Ambon di atas Balikpapan (3,59) dan Batam (3,5), serta setara dengan sejumlah kota besar lainnya.
Menurut Wali Kota, capaian tersebut memperlihatkan bahwa berbagai inovasi yang dikembangkan mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Beberapa terobosan unggulan yang dinilai sukses oleh tim asesor antara lain Pusat Kendali Kota (Command Center) berbasis kecerdasan buatan, layanan Pusat Panggilan (Call Center) 112, hingga program unggulan WAJAR (Wali Kota Jumpa Rakyat).
Selain itu, identitas Ambon sebagai Kota Musik Dunia versi UNESCO dan Rencana Induk Kota Cerdas periode 2025–2029 menjadi fondasi kuat dalam penilaian ini.
Kemajuan digital ini juga sejalan dengan perkembangan positif pada indikator sosial ekonomi Kota Ambon. Saat ini, tingkat kemiskinan tercatat turun menjadi 4,3 persen, angka prevalensi stunting berada di tingkat 1,6 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 82,84 (kategori sangat tinggi).
Di sektor kesehatan, layanan e-Puskesmas kini telah terintegrasi dengan platform SATUSEHAT milik Kementerian Kesehatan.
Meski meraih prestasi, Wali Kota mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan berdasarkan catatan dari tim asesor.
“Kami menerima seluruh masukan sebagai bahan perbaikan. Tantangan seperti pengelolaan sampah menuju sistem RDF/MRF, penguatan tata kelola keuangan daerah, integrasi sistem digital, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi prioritas utama untuk terus dibenahi,” tegasnya.
Ke depan, Pemkot Ambon akan mempercepat pembangunan sistem Satu Data Ambon agar seluruh layanan pemerintahan saling terhubung dan mendukung pengambilan kebijakan berbasis data secara akurat.
Untuk mendukung keberlanjutan program ini, Pemkot Ambon juga akan memperkuat kualitas SDM lewat kolaborasi dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Pattimura.
“Kami optimistis, dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Ambon akan semakin maju menjadi kota yang cerdas, kreatif, inklusif, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya. (HT-01)









