AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) atas perhatian besar pemerintah pusat terhadap kesejahteraan masyarakat di bumi Raja-Raja.
Apresiasi ini disampaikan usai mengikuti rapat koordinasi virtual yang dipimpin oleh Menteri PKP bersama sejumlah kepala daerah, Jumat (18/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, Gubernur didampingi oleh Kepala Kantor Perwakilan Provinsi Maluku di Jakarta Saiful Indra Patta serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Maluku, Nurjanah Yunus.
Lonjakan drastis terjadi pada alokasi Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS) atau program Bedah Rumah di Provinsi Maluku, dari yang semula hanya 81 unit pada tahun 2025 menjadi 7.227 unit pada tahun 2026.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kenaikan yang mencapai sekitar 8.000 persen ini menjadi angin segar bagi ribuan keluarga di Maluku yang mendambakan hunian layak. Tak berhenti di situ, Pemprov Maluku optimis menargetkan bantuan program Bedah Rumah dapat menembus angka 10.000 unit pada tahun 2027 mendatang.
Gubernur Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan rumah layak huni bukan sekadar pencapaian statistik, melainkan langkah nyata untuk menyentuh kehidupan masyarakat bawah.
Realisasi bantuan ini diyakini berdampak langsung pada penurunan angka backlog (kesenjangan kepemilikan rumah) sekaligus membantu mengentaskan kemiskinan di Maluku.
Kegembiraan masyarakat Maluku kian bertambah setelah daerah ini dipercaya Kementerian PKP untuk menjadi pilot project atau proyek percontohan nasional program perumahan subsidi.
“Melalui skema baru ini, jangka waktu pinjaman (tenor) perumahan subsidi yang sebelumnya berkisar 20 tahun dengan cicilan sekitar Rp1,2 juta per bulan, kini diperpanjang menjadi 40 tahun,” ujar Gubernur.
Kebijakan perpanjangan tenor tersebut membuat beban cicilan bulanan berkurang drastis menjadi hanya Rp500.000 hingga Rp700.000 per bulan. Skema terjangkau ini membukakan pintu harapan yang jauh lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Maluku untuk mewujudkan impian memiliki rumah sendiri yang aman dan nyaman. (HT-01)








