AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Silaturahmi Wilayah (Silatwil) I Badan Pengurus Wilayah (BPW) Mafindo Maluku resmi menetapkan M. Sahril Salamena, yang akrab disapa Aril, sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Mafindo Maluku periode 2026–2029.
Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam forum yang berlangsung di Cafe Cahya, Ambon, dengan dihadiri sebagian besar relawan Mafindo Maluku.
Silatwil I ini menjadi momentum penting estafet kepemimpinan sekaligus penegasan komitmen organisasi untuk terus memperkuat gerakan literasi digital, cek fakta, dan edukasi publik di Provinsi Maluku.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua DPP Mafindo, Mark Ufie, yang mengajak seluruh relawan memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan penyebaran hoaks, disinformasi, serta perkembangan kecerdasan artifisial (AI).
Dalam sambutannya, Mark menekankan pentingnya menjaga semangat kerelawanan dan memperluas dampak gerakan Mafindo hingga ke pelosok Indonesia.
Forum kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Koordinator Wilayah (Korwil) Mafindo Maluku Periode II (2022–2026), Rusda Leikawa, yang diterima baik oleh peserta Silatwil.
Pada kesempatan tersebut, kepengurusan periode 2022–2026 resmi dinyatakan demisioner sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi.
Rusda Leikawa tercatat memimpin Mafindo Maluku selama dua periode sebagai Korwil, yakni Periode I (2018–2022) dan Periode II (2022–2026).
Selama masa kepemimpinannya, Mafindo Maluku terus berkembang, memperluas kolaborasi, serta melahirkan kader-kader yang kini dipercaya mengemban amanah di tingkat nasional.
Dalam sambutan perdananya sebagai Ketua terpilih, Aril Salamena menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin organisasi selama tiga tahun ke depan.
Ia juga menyampaikan penghargaan khusus kepada Ketua DPP Mafindo, Mark Ufie.
“Terpilihnya Bro Mark Ufie sebagai Ketua DPP Mafindo adalah sejarah yang membanggakan. Beliau merupakan kader yang lahir, bertumbuh, dan ditempa dari rahim relawan Mafindo Maluku. Ini membuktikan bahwa Maluku mampu melahirkan pemimpin nasional yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen kuat dalam membangun gerakan literasi digital serta cek fakta di Indonesia,” ujar Aril.
Ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada Cha Rusda Leikawa atas dedikasi dan pengabdiannya.
Menurut Aril, fondasi kuat yang dibangun Rusda selama dua periode menjadi modal penting bagi kepengurusan baru untuk membawa Mafindo Maluku semakin maju dan berdampak.
Di bawah kepemimpinannya, Aril mengusung visi menjadikan Mafindo Maluku sebagai gerakan masyarakat sipil yang solid, progresif, inklusif, dan berdampak dalam menjaga kebenaran, meningkatkan kecakapan digital, serta merawat semangat hidup orang basudara di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan AI.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Aril memperkenalkan Program GANDONG sebagai arah gerakan strategis tiga tahun ke depan. GANDONG merupakan akronim dari lima program unggulan.

Pertama, Gerakan Relawan Unggul (Satu Relawan, Satu Keahlian) untuk memperkuat kapasitas internal. Kedua,
AI untuk Maluku (Maluku Siap AI) guna meningkatkan pemanfaatan kecerdasan artifisial secara cerdas, aman, dan beretika.
Ketiga, Nalar Cek Fakta (Maluku Cek Fakta) sebagai penguatan budaya verifikasi informasi.
Keempat, Digital Pela Gandong untuk memperkuat persaudaraan dan ketahanan masyarakat terhadap hoaks serta ujaran kebencian.
Kelima, Organisasi dan Networking Gerakan (Literasi Berlayar), yaitu gerakan literasi digital yang menjangkau sekolah, kampus, komunitas, hingga wilayah kepulauan Maluku.
Menurut Aril, GANDONG bukan sekadar akronim, melainkan filosofi gerakan yang lahir dari nilai budaya lokal. “Bagi katong, menjaga fakta adalah cara menjaga hubungan orang basudara dan menjaga Maluku,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa tantangan ruang digital ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, Mafindo Maluku harus tampil sebagai mitra strategis bagi pemerintah, dunia pendidikan, media, komunitas, dan organisasi masyarakat sipil.
“Mafindo Maluku tidak boleh hanya dikenal karena kegiatannya, tetapi harus dikenal karena manfaatnya. Organisasi ini harus menjadi rumah bagi relawan untuk bertumbuh dan garda terdepan dalam membangun masyarakat Maluku yang kritis serta tangguh menghadapi hoaks,” lanjut Aril.
Mengakhiri sambutannya, Aril mengajak seluruh relawan untuk menjaga semangat kebersamaan. “Kepemimpinan boleh berganti, tetapi pengabdian tidak boleh berhenti. Mari katong lanjutkan perjuangan ini dengan semangat kolaborasi. Katong jaga fakta, katong rawat basudara,” tutupnya. (HT-01)









