Soal Pernyataan Cak Imin, Ronan Payapo: Jaga Lisan, Jangan Bawa HMI

- Penulis

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ronan Payapo, anggota KAHMI Ambon.

Ronan Payapo, anggota KAHMI Ambon.

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Pernyataan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menyinggung keterpurukan Nahdlatul Ulama (NU) dan mengaitkannya dengan alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendapat sorotan dari Anggota KAHMI Kota Ambon, Ronan Payapo.

Ronan yang juga merupakan mantan Bendahara Umum HMI Cabang Ambon selama dua periode itu menilai, sebagai tokoh nasional sekaligus pejabat publik, Cak Imin seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di ruang publik.

Menurut Ronan, kritik terhadap seseorang seharusnya diarahkan kepada pribadi, kebijakan, atau kinerja yang bersangkutan, bukan kemudian membawa-bawa organisasi tempat seseorang pernah berproses.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Lisan itu harus dijaga. Apalagi kita adalah orang yang berada di ruang publik. Kalau ada yang dianggap salah atau gagal, silakan dikritik secara objektif. Tetapi jangan kemudian HMI dibawa-bawa,” tegas Ronan.

Ia mengatakan, HMI merupakan organisasi kemahasiswaan yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia. Alumni HMI juga telah tersebar di berbagai bidang profesi, baik pemerintahan, politik, akademisi, dunia usaha maupun sektor lainnya.

Baca Juga :  Hanya Bertahan 5 Bulan, Ibrahim Ruhunussa Resmi Keluar dari Golkar Maluku

Karena itu, menurut Ronan, tidak tepat jika tindakan atau kinerja seorang individu kemudian digeneralisasi kepada organisasi yang pernah menjadi tempatnya berproses.

“HMI bukan milik satu orang dan bukan milik kelompok politik tertentu. Alumni HMI memiliki pilihan dan jalan pengabdian masing-masing. Jadi jangan karena persoalan politik atau kepentingan tertentu, kemudian nama besar HMI ikut dibawa-bawa,” ujarnya.

Kritik Boleh, Jangan Seret Organisasi

Ronan menegaskan dirinya tidak mempersoalkan kritik dalam kehidupan demokrasi. Kritik, kata dia, merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun, kritik harus disampaikan secara proporsional dan berdasarkan fakta.

“Kritik itu biasa dan sah-sah saja. Tetapi harus jelas siapa yang dikritik dan apa persoalannya. Jangan karena seseorang merupakan alumni HMI, lalu organisasi HMI ikut dipersoalkan. Itu cara berpikir yang tidak tepat,” katanya.

Sebagai bagian dari keluarga besar KAHMI Kota Ambon, Ronan berharap polemik tersebut tidak berkembang menjadi pertentangan antara HMI dan organisasi kemahasiswaan lainnya.

Baca Juga :  Zulhas Isyaratkan Fraksi PAN Dukung Pengesahan RUU Daerah Kepulauan

Ia mengajak para alumni dan kader organisasi kemahasiswaan Islam untuk tetap menjaga persaudaraan serta tidak mudah terprovokasi oleh pernyataan yang dapat memecah hubungan antarkelompok.

Ronan juga mengingatkan para tokoh nasional agar lebih bijak dalam menggunakan bahasa ketika berbicara di hadapan publik.

Menurutnya, seorang tokoh memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat. Karena itu, setiap ucapan harus dipikirkan dampaknya.

“Jangan sampai karena satu atau dua kalimat, kemudian muncul polemik dan hubungan antarkader menjadi terganggu. Kita semua punya tanggung jawab menjaga marwah organisasi masing-masing,” pungkas Ronan.

Ia berharap persoalan tersebut dapat disikapi dengan kepala dingin dan tidak diperpanjang menjadi konflik antara alumni HMI dan kelompok lainnya.

“Sekali lagi, kalau ada yang mau dikritik, kritik orangnya, kebijakannya, atau kinerjanya. Jangan bawa-bawa HMI,” tegas Ronan. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hadapi Pemilu 2029, PKS SBT Perkuat Kapasitas Pengurus hingga Tingkat Desa
Mengusung Perubahan Progresif, Halimun Saulatu Siap Incar Kursi Ketua Demokrat Maluku
Perkuat Literasi Kepemiluan, KPU Maluku Bedah Buku Tata Kelola Pemilu
KPU Maluku Gandeng Kejati Perkuat Pendampingan Hukum Pemilu
KPU Tetapkan Data Pemilih Maluku Semester I 2026 Tembus 1,38 Juta Jiwa
Lawan Kekerasan Seksual, Bawaslu Maluku Resmi Bentuk Pokja PPKS
Bahlil Ikut Groundbreaking Blok Masela, Pelantikan Pengurus Golkar Maluku Ditunda
Hanya Bertahan 5 Bulan, Ibrahim Ruhunussa Resmi Keluar dari Golkar Maluku

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 21:42 WIT

Hadapi Pemilu 2029, PKS SBT Perkuat Kapasitas Pengurus hingga Tingkat Desa

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:43 WIT

Soal Pernyataan Cak Imin, Ronan Payapo: Jaga Lisan, Jangan Bawa HMI

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:45 WIT

Mengusung Perubahan Progresif, Halimun Saulatu Siap Incar Kursi Ketua Demokrat Maluku

Rabu, 12 Agustus 2026 - 21:56 WIT

Perkuat Literasi Kepemiluan, KPU Maluku Bedah Buku Tata Kelola Pemilu

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:37 WIT

KPU Maluku Gandeng Kejati Perkuat Pendampingan Hukum Pemilu

Berita Terbaru

Prosesi penyerahan Pataka Kota Ambon oleh para jujare mongare kepada Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon yang digelar di Lapangan Merdeka, Senin (7/9/2026). (Foto : Diskominfo Kota Ambon)

Pemerintahan

HUT ke-451, Wali Kota Ajak Warga Jadikan Ambon Rumah Bersama

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:43 WIT