AMBON, HEADLINETIMUR.COM.— Maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menghanguskan perkebunan warga di Kabupaten Buru Selatan memicu keprihatinan publik.
Melalui unggahan surat terbuka di media sosial Meta oleh akun @pattyanit pada Sabtu (5/9/2026), warga menyampaikan jeritan hati sekaligus mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Buru Selatan untuk segera turun tangan.
Dalam surat tersebut, warga mengungkapkan bahwa kobaran api telah menghanguskan lahan pertanian dan perkebunan yang menjadi tumpuan hidup masyarakat desa. Tanaman yang dirawat bertahun-tahun kini berubah menjadi abu, menyisakan kerugian materiil dan beban ekonomi yang berat.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami memohon dengan sangat agar Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan berkenan turun langsung melihat keadaan kami di desa-desa terdampak. Bukan sekadar kunjungan, melainkan wujud kepedulian nyata,” tulis akun tersebut.
Masyarakat merumuskan empat poin tuntutan utama kepada Pemda Buru Selatan. Pertama, meminta jajaran Pemda turun langsung meninjau lokasi kebakaran dan melihat kondisi riil warga.
Kedua, menyalurkan bantuan darurat serta skema pemulihan lahan dan perkebunan yang rusak. Ketiga, menyusun langkah pencegahan terpadu agar karhutla tidak berulang.
Keempat, mengedepankan empati dan peran aktif pemerintah di tengah masyarakat yang kehilangan mata pencaharian.
Unggahan surat terbuka ini memantik beragam tanggapan dari warganet. Sebagian netizen menyoroti fenomena kemarau panjang yang memicu karhutla secara masif di berbagai daerah, termasuk kendala keterbatasan anggaran daerah.
“Saat ini kemarau panjang dan kebakaran terjadi di mana-mana, bukan cuma di Bursel. Di Namlea saja lahan rumput sudah banyak yang terbakar. Intinya mari kita sama-sama menjaga wilayah masing-masing, Pemda juga terbatas anggarannya,” tulis salah satu netizen di kolom komentar.
Sementara itu, netizen lain mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri guna mencegah pemicu api.
“Himbauan untuk basudara semua, terkait musim panas ini jangan bakar-bakar di kebun dan hati-hati dengan puntung rokok. Api kecil jadi sahabat, kalau besar jadi musuh,” tulisnya. (HT-01)











