Tiga Nelayan Hilang di Perairan SBB Ditemukan Selamat

- Penulis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM.– Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Seram Bagian Barat (SBB) bersama masyarakat berhasil menemukan tiga nelayan asal Dusun Uhua, Desa Buano Utara, Kecamatan Huamual Belakang, yang sempat dilaporkan hilang saat melaut. Ketiganya ditemukan dalam kondisi selamat pada Senin (26/10/2026) malam.

Operasi pencarian dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polres SBB, IPTU Piter N. Souhoka. Ketiga korban ditemukan pada pukul 22.20 WIT di sebuah rompong milik warga Dusun Lirang, berjarak sekitar 20,18 mil laut (nautical miles) dari titik awal pencarian.

Kapolres SBB, AKBP Refindo Pradikta Rulando,  menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada personel Sat Polairud dan warga yang bahu-membahu dalam proses pencarian.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja sama dan kepedulian bersama untuk menolong warga yang tertimpa musibah di laut. Kami sangat mengapresiasi seluruh personel dan masyarakat yang terlibat hingga para korban berhasil ditemukan,” tutur Kapolres.

Peristiwa ini bermula pada Sabtu (24/10/2026) sekitar pukul 08.00 WIT. Ketiga korban bertolak dari Dusun Pele Jaya, Kepulauan Manipa, menggunakan perahu jenis body fiber (long boat) ber mesin Yamaha 15 PK.

Di tengah perjalanan, mesin perahu mengalami gangguan akibat kerusakan busi dan tidak dapat dihidupkan kembali. Akibatnya, perahu mati mesin dan terbawa arus laut.

Situasi kian memburuk saat kabut asap tebal menyelimuti lautan, menghalangi pandangan para korban ke pulau-pulau sekitar hingga mereka kehilangan arah selama kurang lebih dua hari.

Dalam situasi darurat tersebut, para korban berinisiatif mengikatkan perahu mereka pada sebuah rompong milik nelayan Dusun Lirang untuk bertahan hingga bantuan datang.

Laporan hilangnya ketiga nelayan tersebut diterima Sat Polairud Polres SBB pada Minggu (25/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIT, yang langsung ditindaklanjuti dengan operasi pencarian.

Petunjuk terang diperoleh pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIT setelah Kasat Polairud mendapat informasi dari Ahmad Tamalene, warga Desa Buano Utara, terkait dugaan posisi terakhir para korban. Tim gabungan segera bergerak ke lokasi target dan berhasil menemukan ketiga nelayan pada pukul 22.20 WIT.

Proses evakuasi dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Pada Selasa (27/10/2026) pukul 00.16 WIT, tim tiba di Dusun Uhua dan menyerahkan ketiga korban kepada pihak keluarga. Penyerahan ini menandai berakhirnya operasi pencarian dan pertolongan (SAR).

Identitas ketiga korban yakni Said Ninilouw (56), Ruzilang Ninilouw (57), dan Adian Tuhuteru (13). Ketiganya merupakan warga Desa Buano Utara dan sekitarnya. Said dan Ruzilang berprofesi sebagai nelayan/petani, sementara Adian masih berstatus pelajar sekolah dasar.

Kapolres SBB Imbau Nelayan Utamakan Keselamatan
Menanggapi insiden ini, Kapolres SBB mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya nelayan tradisional, untuk selalu memprioritaskan keselamatan sebelum melaut.

Ia menegaskan bahwa dinamika cuaca, arus laut yang kuat, potensi kerusakan mesin, serta gangguan jarak pandang akibat kabut asap merupakan faktor risiko tinggi yang dapat memicu kecelakaan di laut.

Kapolres mengimbau para nelayan agar selalu memeriksa kelayakan mesin serta membawa alat komunikasi dan perangkat navigasi dasar seperti kompas dan GPS (Global Positioning System).

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Sebelum melaut, pastikan perahu dan mesin dalam kondisi prima. Bawa kompas, GPS, alat komunikasi, dan pelampung. Jika jarak pandang terganggu kabut tebal atau cuaca buruk, jangan memaksakan diri,” tegasnya.

Selain itu, nelayan diingatkan untuk selalu memberi tahu keluarga mengenai lokasi tujuan dan perkiraan waktu pulang. Hal ini penting agar proses pencarian dapat segera dilakukan apabila terjadi situasi darurat.

“Masyarakat pesisir juga diminta segera melapor ke pihak kepolisian atau petugas terkait jika mengetahui adanya bahaya atau kecelakaan di laut,” pungkasnya. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seleksi Pusat IPDN, Gubernur Minta 39 Calon Praja Maluku Disiplin
BULD DPD RI Dorong Penuntasan Ranperda Masyarakat Hukum Adat di Maluku
Kapolres SBB Salurkan 5.600 Liter Air Bersih ke Desa Morekau
Polres SBB Modifikasi 4 Unit Double Cabin Jadi Mobil Pemadam dan Penyalur Air
BMKG: Maluku Berpotensi Diselimuti Kabut Asap Kiriman Papua Selatan Selama Sepekan
Maluku Gigit Jari, Tak Masuk Daftar Penerima Dana Karhutla Rp 1,235 Triliun dari Pusat
Bupati SBT Numpang Hercules 2 Jam Berdiri demi Teken RDTR di Makassar
Hunut Juarai Lomba Desa Pangan Aman Regional Timur

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIT

Seleksi Pusat IPDN, Gubernur Minta 39 Calon Praja Maluku Disiplin

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:09 WIT

Tiga Nelayan Hilang di Perairan SBB Ditemukan Selamat

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:50 WIT

BULD DPD RI Dorong Penuntasan Ranperda Masyarakat Hukum Adat di Maluku

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:30 WIT

Kapolres SBB Salurkan 5.600 Liter Air Bersih ke Desa Morekau

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:15 WIT

Polres SBB Modifikasi 4 Unit Double Cabin Jadi Mobil Pemadam dan Penyalur Air

Berita Terbaru

Pendidikan

Unpatti-Kemendag Bekali Mahasiswa 31 Calon Eksportir Muda

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:46 WIT

Pemerintahan

Wagub Vanath Minta Anggaran Kependudukan dan Stunting Tepat Sasaran

Selasa, 27 Okt 2026 - 18:53 WIT

Daerah

Tiga Nelayan Hilang di Perairan SBB Ditemukan Selamat

Selasa, 27 Okt 2026 - 18:09 WIT