AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Dampak kabut asap tebal yang melanda Kota Ambon dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir sempat melumpuhkan penerbangan komersial ke sejumlah wilayah. Namun, kondisi tersebut tidak surutkan langkah Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) untuk mengawal agenda strategis daerah.
Demi menuntaskan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri bersama jajarannya terpaksa menumpangi pesawat angkut militer Hercules milik TNI-AU dari Ambon menuju Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
“Penerbangan tersebut harus ditempuh dengan berdiri selama dua jam akibat keterbatasan fasilitas penumpang pada armada militer tersebut,” ujar Bupati Fachri melalui akun Facebooknya resminya @Fha Alkatiri, Rabu (21/10/2026).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ekstra ini, lanjut Bupati, diambil guna menghadiri rapat koordinasi sekaligus penandatanganan kesepakatan bersama komitmen percepatan penyusunan RDTR dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Pasalnya, sejak dimekarkan sebagai daerah otonom baru, Kabupaten Seram Bagian Timur diketahui belum memiliki dokumen RDTR.
“Melalui jalur komunikasi intensif yang dibangun pemerintah daerah, Kementerian ATR/BPN akhirnya mengalokasikan bantuan pendampingan penuh untuk menuntaskan penyusunan RDTR SBT pada tahun ini,” jelas Fachri.
Usai prosesi penandatanganan kesepakatan, Bupati Fachri menyempatkan diri berdiskusi langsung dengan Direktur Bina Perencanaan Tata Ruang Wilayah II, Agus Sutanto, serta Kasubdit Bina Perencanaan Tata Ruang Daerah Wilayah II.E, Dian Ayu Wulandari.
Pemerintah Kabupaten SBT menegaskan bahwa segala upaya dan bentuk kolaborasi dengan pemerintah pusat akan terus dilakukan demi mengakselerasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. (HT-01)









