AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Maluku kian mengkhawatirkan. Dinas Kehutanan Provinsi Maluku mencatat sebanyak 369 titik panas (hotspot) yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
“Berdasarkan pemantauan hari ini, Dinas Kehutanan Maluku mendeteksi 369 titik panas yang tersebar di berbagai wilayah kabupaten/kota,” ujar Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, Haikal Baadilla, Rabu (21/10/2026).
Dari ratusan titik panas tersebut, Haikal menjelaskan terdapat 11 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) yang berpotensi kuat menjadi kebakaran aktif. Titik-titik ini tersebar di tiga kabupaten.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Delapan titik berada di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), dua titik di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dan satu titik di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT),” terangnya.
Sementara itu, 358 titik panas lainnya masuk dalam kategori menengah (medium) dan rendah (low). Sebarannya meliputi Kabupaten Buru, Buru Selatan, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, hingga Kota Ambon.
“Titik panas ini merupakan indikator awal. Kami terus berkoordinasi dan melakukan verifikasi lapangan (ground check) untuk memastikan ada atau tidaknya kebakaran aktif di lokasi-lokasi tersebut,” tambah Baadilla.
Mengingat kondisi cuaca saat ini, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta segera melapor jika menemukan asap atau titik api di sekitar tempat tinggal.
Di sisi lain, Haikal mengapresiasi kerja keras tim gabungan yang berhasil memadamkan kebakaran di kawasan Dusun Siwang (Kezia), Negeri Urimessing, Kota Ambon, pada Selasa (20/10/2026). Kebakaran lahan seluas sekitar 6 hektare tersebut berhasil diatasi setelah petugas berjibaku hingga larut malam.
Di kawasan Siwang, api membakar dua area semak belukar dan kebun campuran yang berstatus Areal Penggunaan Lain (APL), masing-masing diperkirakan seluas 3 hektare.
“Luas kebakaran ini masih merupakan estimasi sementara. Kami akan melakukan verifikasi dan pemetaan lebih mendalam menggunakan drone untuk memastikan luas pasti area yang terdampak,” tandas Baadilla. (HT-02)









