AMBON, HEADLINETIMUR. COM – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Maluku secara resmi menyampaikan pernyataan sikap terkait insiden di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) Universitas Pattimura yang belakangan menyita perhatian publik.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) BADKO HMI Maluku, Ihdan R. Zainul, S.H., menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan di lingkungan akademik tidak dapat ditoleransi.
“Kampus adalah ruang akademik yang dibangun di atas tradisi dialektika dan pertukaran gagasan. Tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun tidak memiliki legitimasi moral maupun akademik,” ujar Ihdan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/3/2026).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi pemberitaan mengenai dugaan aksi pembakaran fasilitas FEBIS Unpatti oleh oknum kader HMI, Selasa sore, Ihdan menjelaskan bahwa gerakan tersebut tidak muncul tanpa alasan.
Ia menyebut aksi itu merupakan respons spontan dan bentuk solidaritas atas dugaan penganiayaan yang menimpa salah satu kader HMI.
“Dalam hukum kausalitas, setiap tindakan memiliki sebab. HMI sebagai organisasi kader memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi anggotanya. Aksi kemarin adalah bentuk pembelaan atas perlakuan tidak adil yang dialami kader kami,” tegasnya.
Desak Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Ihdan meminta aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan profesional dalam menangani kasus ini. Ia mendesak agar pelaku segera ditangkap untuk memberikan rasa keadilan.
“Kami meminta aparat bekerja profesional dan tidak tebang pilih. Penegakan hukum harus menjadi panglima agar keadilan benar-benar dirasakan. Kami instruksikan seluruh jajaran HMI untuk terus mengawal proses hukum ini hingga pelaku diproses sesuai perundang-undangan,” tambah Ihdan.
Di sisi lain, berdasarkan arahan Ketua Umum dan Sekretaris Umum BADKO HMI Maluku, Ihdan mengimbau seluruh kader dan civitas akademika untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengajak semua pihak menjaga suasana akademik tetap kondusif. Jangan sampai ruang pendidikan ternodai oleh konflik yang berkepanjangan. Kami tetap membuka ruang dialog guna mencegah eskalasi konflik lebih lanjut,” pungkasnya.
BADKO HMI Maluku berkomitmen mengawal kasus ini hingga tuntas demi memastikan kampus kembali menjadi ruang aman yang menjunjung tinggi nilai keadilan dan kemanusiaan. (HT-01)










