BBM Langka di Banda, Harga Pertamax Eceran Melonjak Hingga Rp40 Ribu per Liter

- Penulis

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:28 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan warga mengantre pembelian BBM di salah satu rumah warga di Desa Dwiwarna, Kecamatan Banda, Jumat (24/7/2026). (Foto : M. Ali Banda)

Puluhan warga mengantre pembelian BBM di salah satu rumah warga di Desa Dwiwarna, Kecamatan Banda, Jumat (24/7/2026). (Foto : M. Ali Banda)

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kembali melanda Kecamatan Banda dan Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, sejak sepekan terakhir. Dampaknya, harga eceran BBM jenis Pertamax melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp35.000—Rp40.000 per liter.

Kondisi tersebut dikeluhkan salah seorang warga Banda, Rusandi Asdi. Melalui unggahan di media sosialnya, ia menegaskan bahwa persoalan ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak terkait.

“Masyarakat harus membeli bensin dengan harga mencapai Rp35.000 per liter. Bahkan di lapangan berlaku sistem ‘siapa cepat, dia dapat’ karena pasokan sangat terbatas. Kondisi ini memaksa warga saling berebut demi mendapatkan kebutuhan pokok yang seharusnya tersedia secara layak,” tulis Rusandi, Jumat (24/7/2026).

Menurut Rusandi, kelangkaan umumnya dipicu oleh gangguan distribusi pada jalur pengiriman, kendala operasional armada, atau lonjakan permintaan sesaat.

Ia menilai masalah ini seharusnya bisa diantisipasi dengan menjaga ketersediaan stok. Warga Banda, lanjutnya, bahkan tidak keberatan jika tidak menikmati BBM bersubsidi, asalkan pasokan non-subsidi tetap terjaga.

Pasalnya, kelangkaan Pertamax berpotensi melumpuhkan aktivitas warga, terutama mereka yang mata pencahariannya bergantung penuh pada bahan bakar tersebut.

Baca Juga :  Aril Salamena Nakhodai DPW Mafindo Maluku Periode 2026–2029

“Pertalite tidak dinikmati masyarakat sama sekali. Ketika Pertamax langka dan harganya membumbung tinggi, warga kesulitan mendapatkannya. Alhasil, dapur pun tidak bisa mengepul,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi berwenang segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis ini.

“Jangan sampai kelangkaan BBM terus berulang dan semakin membebani masyarakat, nelayan, pelaku usaha, serta melumpuhkan roda perekonomian di Kepulauan Banda,” tegas Rusandi. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura
Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual
Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal
Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam
KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara
Perlindungan Perempuan dan Anak Wajib di Maluku Jadi Komitmen Daerah
Watubun: Listrik dan Telekomunikasi Penopang Layanan Warga Maluku

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 19:55 WIT

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura

Sabtu, 26 September 2026 - 17:25 WIT

Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual

Jumat, 25 September 2026 - 17:27 WIT

Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Kamis, 24 September 2026 - 17:41 WIT

Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam

Kamis, 24 September 2026 - 11:51 WIT

KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara

Berita Terbaru

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT