AMBON, HEADLINETIMUR.COM.– Anggota DPR-RI dari Fraksi Gerindra dapil Maluku, F. Alimudin Kolatlena, mengukir sejarah sebagai legislator Senayan pertama yang menginjakkan kaki di Dusun Saluku, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Sabtu (4/7/2026).
Secara demografis, Dusun Saloku berbatasan langsung dengan Dusun Lia Ela. Hingga kini, wilayah tersebut masih terisolasi karena belum memiliki akses jalan darat.
Satu-satunya urat nadi transportasi menuju desa induk adalah jalur laut, yang kerap lumpuh total saat cuaca buruk melanda.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Tak hanya itu, krisis infrastruktur juga terlihat dari pasokan listrik yang belum menyala 24 jam dan sering padam saat malam hari.

Proyek pembukaan jalan darat dari desa induk yang digagas sejak 2018 pun kini memprihatinkan karena kembali tertutup hutan belantara. Kondisi ini kian menyulitkan mobilitas warga, baik untuk bepergian maupun menggerakkan roda ekonomi.
Kendati berada di daerah terpencil, antusiasme warga menyambut kehadiran Kolatlena begitu luar biasa. Tarian Hadrat yang dinamis ikut menyemarakkan suasana penjemputan yang penuh kekeluargaan tersebut.
Dalam dialog bersama warga, Kolatlena mengungkapkan bahwa Dusun Saluku memiliki ikatan emosional tersendiri baginya jauh sebelum ia menjadi pejabat negara.
“Tahun 1997 lalu, saya sudah pernah ke sini bersama orang tua angkat yang tinggal di Talaga. Waktu itu kami harus berjalan kaki menembus hutan. Jadi, kalau datang sebagai anggota DPR RI ini memang yang pertama, tapi secara pribadi ini adalah kunjungan kedua saya,” kenang Kolatlena disambut senyum hangat warga.
Ia menegaskan, meski pada Pemilu Legislatif lalu dirinya bukan pilihan utama warga Saluku, komitmennya sebagai wakil rakyat di Senayan tidak akan dibatasi oleh sekat-sekat politik.
“Saya kini menjadi milik seluruh masyarakat Maluku. Kami datang ke sini karena ingin mendengar dan merasakan langsung apa yang dialami masyarakat. Ini sesuai dengan pesan Presiden terpilih sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Pak Prabowo Subianto, agar kami selalu hadir di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.
Kunjungan perdana ini tidak sekadar menjadi panggung janji manis. Kolatlena langsung memberikan solusi konkret atas persoalan mendasar warga, salah satunya dengan menanggung biaya pembebasan lahan untuk pembangunan SMA 33 Huamual.
Sebelumnya, warga setempat telah lama patungan dan menabung demi melunasi lahan tersebut, namun anggaran yang terkumpul tak kunjung mencukupi.
“Karena ini berkaitan langsung dengan pelayanan dasar di bidang pendidikan, maka pembebasan lahannya akan saya bantu urus sampai tuntas. Selain itu, tempat pertemuan kita hari ini yang kondisinya sudah bocor dan nyaris roboh juga akan kita bantu perbaiki,” ujar Kolatlena yang langsung disambut tepuk tangan riuh dan isak haru syukur dari warga saat penyerahan bantuan secara simbolis.

Dalam kunjungan tersebut, Kolatlena didampingi oleh sahabat lamanya sesama aktivis “Kampus Hijau”, Ibrahim Ruhunussa.
Hubungan keduanya telah mengakar sejak masa kuliah di STAIN Ambon (kini UIN Imam Rijali Ambon) melalui organisasi HMI. Saat itu, Ibrahim menjabat sebagai Presiden Mahasiswa dan tongkat estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh Alimudin Kolatlena.
Di panggung politik regional, keduanya juga memiliki rekam jejak panjang. Ibrahim pernah menjadi anggota DPRD Maluku dari Gerindra, sementara Kolatlena merupakan mantan anggota DPRD Seram Bagian Timur (SBT) dari partai yang sama.
Saat ini, Ibrahim yang sempat terpilih sebagai anggota DPRD Maluku dari PAN dapil SBB telah mengundurkan diri untuk maju dalam perhelatan Pilkada Maluku Tengah.
Sementara itu, Alimudin Kolatlena melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR RI melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) menggantikan Hendrik Lewerissa yang maju bertarung di Pilgub Maluku.
“Tentu semua ini atas takdir Allah SWT yang mempertemukan kita di sini. Saya bisa menginjakkan kaki di Saloku hari ini juga berkat komunikasi dan dorongan dari sahabat saya, Pak Ibrahim,” pungkas Kolatlena. (HT-01)









