AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon bekerja sama dengan Yayasan Khalas Damai Passo (YKDP) menggelar seminar pen cegahan penyalahgunaan narkoba bagi warga binaan, Selasa (30/9/2026). Kegiatan di Aula Lapas Ambon ini dihelat untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, serta membentengi warga binaan dari bahaya narkotika.
Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan, Victor Ririihena, menjelaskan seminar ini dirancang sebagai program pembinaan kepribadian guna memberikan bekal mental yang kuat bagi warga binaan.
“Melalui edukasi intensif ini, kami berharap warga binaan tidak hanya tahu, tetapi benar-benar tertanam kesadaran untuk menjauhi narkoba selamanya, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah bebas nanti,” harap Victor.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir sebagai narasumber utama, pakar pencegahan narkoba nasional Brigjen Pol. Dr. Victor Pudjiadi. Dengan gaya komunikasi yang energik dan penuh motivasi, ia memaparkan fakta medis kerusakan organ tubuh akibat narkotika sekaligus memberikan tips praktis mengelola stres tanpa narkoba.
“Narkoba adalah musuh utama bangsa. Jangan pernah beri ruang. Mari ubah pola pikir dan jadikan masa-masa di sini sebagai titik balik untuk merajut masa depan yang lebih gemilang,” pesan Victor.
Antusiasme tinggi tampak dari salah satu warga binaan berinisial OT. Ia mengaku mendapat banyak wawasan baru serta motivasi untuk berubah.
“Seminar ini membuka mata saya tentang betapa berbahayanya narkoba. Saya bertekad meninggalkan masa lalu yang kelam dan memanfaatkan kesempatan pembinaan di lapas untuk menjadi manusia berguna,” ungkap OT.
Kepala Lapas Ambon, S. Hendra Budiman, memberikan apresiasi mendalam atas kolaborasi positif ini. Ia menegaskan, pembinaan mental dan penyuluhan bahaya narkoba adalah prioritas utama untuk memastikan warga binaan siap kembali ke tengah masyarakat secara bersih dan produktif.
“Kami menyambut baik sinergi bersama YKDP ini. Kegiatan seperti ini sangat krusial agar warga binaan benar-benar sadar akan dampak buruk narkoba bagi kesehatan maupun masa depan mereka,” ujar Hendra.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan penyerahan cendera mata kepada narasumber oleh jajaran Lapas Ambon. (HT-01/*)










