Bupati Buru Tinjau Lokasi Emas Baru, Warga: Jangan Ganggu, Masyarakat Sedang Cari Makan 

- Penulis

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HEADLINETIMUR.COM – Bupati Buru, Ikram Umasugi, akhirnya turun langsung melihat aktivitas penambangan emas di Desa Waenibe, Kecamatan Waplau, Senin (9/2/2026). Kedatangan Bupati ini disambut harap-harap cemas oleh para penambang rakyat.

Meski Bupati Ikram menekankan pada imbauan keselamatan kerja dan larangan penggunaan bahan kimia berbahaya, masyarakat setempat justru menyuarakan kekhawatiran akan adanya penertiban atau pengambilalihan lahan oleh korporasi.

Warga meminta Bupati agar tidak melakukan penutupan paksa dan tidak menyerahkan pengelolaan kepada pihak perusahaan atau koperasi seperti yang terjadi di kawasan Gunung Botak.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menolak Penambang Luar dan Konflik Lahan

Sarif Mede, warga setempat, menegaskan perlunya ketegasan Pemda untuk melindungi warga lokal.

Ia meminta agar pemerintah membatasi masuknya penambang dari luar Pulau Buru untuk mencegah konflik sosial.

“Jangan sampai ada pihak-pihak yang datang lalu main klaim tanah adat atau tanah nenek moyang. Tambang Gunung Botak harus jadi pelajaran, jangan sampai orang luar datang buat kerusuhan,” tegas Sarif.

Baca Juga :  CV Kota Andan Manawoko Tunggak Upah, Pekerja Talud Penahan Ombak Desa Adar Segel Ekskavator

Sementara itu, sentimen emosional datang dari para pendulang tradisional. Mereka memohon kebijaksanaan Bupati agar aktivitas mereka tidak diusik, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

“Antua (Beliau) harus kasihan melihat orang sedang mendulang. Jangan sampai ada penyisiran, tolong jangan ganggu masyarakat yang lagi cari makan untuk persiapan puasa,” tutur seorang warga dengan nada memohon.

Bahkan, warga lainnya pesimis, dan menduga kedatangan bupati hanya untuk merayu penambang.

“Ini sudah mulai terbaca arah pikirannya. Kalau sudah turun ke lokasi begini, bahaya. Nanti mereka pulang ke kursi empuk, sambil merokok memikirkan siasat agar tambang baru ini dimasukkan ke koperasi atau diambil alih pemerintah. Ini bisa jadi masalah besar.”

Diberitakan sebelumnya, demam emas kembali melanda Kabupaten Buru. Kali ini, warga dihebohkan dengan penemuan kandungan emas di aliran Sungai Wanibe, Desa Waipotih, Kecamatan Waplau, Kabupaten Buru.

Penemuan lokasi emas baru di wilayah Buru bagian barat ini mendadak viral setelah lokasi tersebut diketahui menyimpan butiran logam mulia.

Baca Juga :  Jelang Peletakan Batu Pertama Blok Masela, Kapolda Maluku: Stabilitas Keamanan Kunci Sukses Investasi

Berdasarkan informasi, masyarakat setempat mulai memadati area sungai, terutama di titik yang berada tepat di bawah Jembatan Wanibe.

Dengan peralatan seadanya seperti sekop, cangkul dan wajan, warga terlihat membuat kolam-kolam kecil di pinggiran sungai dan dengan telaten mengais tanah serta bebatuan demi mendapatkan butiran emas.

Kabar mengenai temuan lokasi baru ini mulai meluas setelah akun Facebook bernama Max Seleky mengunggah foto dan informasi aktivitas warga tersebut pada Kamis (5/2/2026).

Dalam unggahannya, terlihat antusiasme warga yang mencoba mengadu nasib di lokasi yang belum lama diketahui mengandung emas tersebut.

Seorang warga yang berada di lokasi menyebutkan bahwa penemuan ini menjadi harapan baru bagi ekonomi masyarakat sekitar. Meski demikian, aktivitas ini dilakukan secara mandiri oleh warga tanpa pengawasan pihak berwenang sejauh ini.

Belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Buru maupun dinas terkait mengenai kadar kandungan emas di lokasi tersebut serta regulasi mengenai aktivitas penambangan rakyat yang mulai tumbuh di area jembatan tersebut. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dilanda Kemarau Panjang, Warga Negeri Lahema di SBT Krisis Air Bersih
Resmikan Sekretariat ICMI Maluku dan Luncurkan Muktamar VIII, Prof. Arif Satria Tekankan Pentingnya “Rumah Gagasan”
Perkuat Konektivitas Maluku, ASDP dan Bank Dunia Temui Warga Waipiri
Dorong Maluku Maju, Sekda Sadali Ie Ajak ICMI dan BRIN Perkuat Ekosistem Riset Kepulauan
Geliat Penolakan Investasi Peternakan Sapi Haji Isam di Aru: Terancam Cacat Hukum hingga Krisis Air
Terima Kwarda Maluku, Gubernur HL Komit Sukseskan Jamnas dan Dukung Penuh Musda
DPD PKS SBT Lanjutkan Distribusi Air Bersih Bagi Warga Bula
Jamin Keamanan Investasi, Sekda Maluku Tegaskan Lahan Hilirisasi Ubi Kayu Bursel Harus Bebas Sengketa

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIT

Dilanda Kemarau Panjang, Warga Negeri Lahema di SBT Krisis Air Bersih

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:52 WIT

Resmikan Sekretariat ICMI Maluku dan Luncurkan Muktamar VIII, Prof. Arif Satria Tekankan Pentingnya “Rumah Gagasan”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:11 WIT

Perkuat Konektivitas Maluku, ASDP dan Bank Dunia Temui Warga Waipiri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:25 WIT

Dorong Maluku Maju, Sekda Sadali Ie Ajak ICMI dan BRIN Perkuat Ekosistem Riset Kepulauan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:34 WIT

Geliat Penolakan Investasi Peternakan Sapi Haji Isam di Aru: Terancam Cacat Hukum hingga Krisis Air

Berita Terbaru

Iptu Chalid Waliulu. (Foto: Istimewa)

Hukum & Kriminal

Imbas Narkoba, Kapolda Maluku Tunjuk Iptu Chalid Jadi Kapolsek Leihitu

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:31 WIT

Ilustrasi Polisi pemakai narkoba

Hukum & Kriminal

Terbukti Positif Sabu, Kapolsek Leihitu Terancam Dipecat dan Dipidana

Rabu, 12 Agu 2026 - 19:25 WIT