AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Keamanan di gedung baru Pasar Mardika kini tengah menjadi sorotan tajam.
Para pedagang mengeluhkan lemahnya pengawasan setelah aksi pencurian kembali terjadi di lantai 4 gedung tersebut, yang mengakibatkan kerugian materi hingga jutaan rupiah.
Pelaku pencurian diduga masuk dengan cara merusak atau membobol plafon salah satu toko di lantai 4.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Di lokasi kejadian, ditemukan jejak kaki terduga pelaku serta beberapa barang bukti yang tertinggal.
Sejumlah barang berharga dilaporkan raib, di antaranya sejumlah unit ponsel baru dan bekas.
Salah satu pedagang yang menjadi korban mengungkapkan kekecewaannya terhadap sistem pengamanan gedung. Meski terdapat petugas jaga malam di lantai 4, aksi kriminalitas nyatanya tetap tidak terhindarkan.
“Gedung ini sudah tidak aman lagi untuk kami berjualan. Kalau pencurian terus terjadi seperti ini, kami rugi besar. Modal belum kembali, malah sudah hilang barang,” keluh salah satu pedagang dengan nada getir.
“Kami merasa terpukul karena barang-barang yang dicuri merupakan hasil kerja keras dan perjuangan dari nol,”kata dia.
Mereka berharap pihak pengelola pasar dan Pemerintah Kota Ambon segera mengambil langkah tegas untuk menjamin keamanan di area pasar.
Hingga berita ini diturunkan, para pedagang mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tim keamanan gedung.
Mereka meminta agar pengawasan ditingkatkan, terutama pada titik-titik rawan seperti akses plafon dan lorong-lorong toko saat malam hari, agar kejadian serupa tidak terulang kembali yang dapat mematikan usaha kecil mereka.
Sorotan Kepala Daerah
Sebelumnya, aksi pencurian yang kerap terjadi di Gedung Baru Pasar Mardika kembali menjadi sorotan publik.
Hal ini dipicu oleh beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan Tety Salasiwa, salah satu pedagang di pasar terbesar di Maluku tersebut, mengaku kehilangan barang dagangannya.
Menanggapi keluhan tersebut, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).
Tak butuh waktu lama, Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, langsung menginstruksikan Kepala Dinas Perindag, Jais Ely, beserta jajarannya untuk berkantor sementara di Pasar Mardika.
Langkah ini diambil guna memantau langsung dan mengatasi berbagai persoalan keamanan serta ketertiban yang dikeluhkan pedagang.
Di sisi lain, Ketua DPRD Maluku, Benhur George Watubun, turut angkat bicara. Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku ini menegaskan bahwa akar permasalahan di Pasar Mardika terletak pada sistem pengelolaan yang selama ini dinilai belum berjalan optimal. (HT-01)








