Pangdam Pattimura: Tidak Ada Ruang bagi Separatisme di Maluku

- Penulis

Minggu, 26 April 2026 - 20:06 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM
Komitmen menjaga marwah bangsa di Bumi Alifuru kembali ditegaskan oleh Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dodi Triwinarto.

Pangdam menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada ruang sedikit pun bagi simbol-simbol separatisme untuk tumbuh di wilayah Maluku.

Pernyataan ini berdasar pada hasil pantauan keamanan di seluruh penjuru Maluku pada Sabtu, 25 April 2026. Berdasarkan laporan intelijen dan patroli lapangan, dipastikan tidak ditemukan satu pun atribut maupun bendera organisasi terlarang Republik Maluku Selatan (RMS) yang berkibar.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi kondusif ini menunjukkan menguatnya kesadaran kolektif masyarakat bahwa masa depan Maluku berada di bawah naungan Merah Putih, bukan pada romantisme gerakan masa lalu yang memicu perpecahan.

Baca Juga :  Audiensi dengan IAKN, Kapolda Maluku Tekankan Peran Kampus Cegah Konflik

Mayjen TNI Dodi Triwinarto menegaskan bahwa TNI akan selalu berada di garda terdepan dalam menghalau segala ancaman yang merongrong kedaulatan negara.

“Provinsi Maluku adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI. Saya tegaskan, tidak ada toleransi bagi simbol separatisme di tanah ini. Siapa pun yang mencoba mengganggu stabilitas keamanan dengan menonjolkan identitas separatis, akan kami tindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku tanpa keraguan,” ujar Pangdam dalam keterangan resminya di Ambon (25/4/2026).

Jenderal bintang dua ini mengapresiasi masyarakat Maluku yang kian dewasa dan tidak mudah terhasut isu usang.

Baca Juga :  Kapolda Maluku Soroti Miras dan Pengangguran sebagai Pemantik Konflik di Leihitu

Menurutnya, gerakan separatisme adalah hambatan nyata bagi pembangunan. Keberadaan gerakan tersebut hanya menciptakan stigma negatif yang menghambat investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Pangdam juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan fokus pada masa depan.

Ia mengajak warga proaktif melaporkan aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu konflik atau penyebaran paham radikal-separatisme.

“Mari jaga Maluku yang damai. Jangan mudah terpengaruh provokasi pihak yang ingin memecah belah. Fokuslah pada pendidikan anak-anak dan kesejahteraan keluarga. Jangan biarkan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila merusak tatanan Pela Gandong yang sudah terjaga baik,” pungkasnya. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Maluku Ajak Warga Hitu Jaga Persatuan, Cegah Konflik
Lapas Piru Razia Kamar Hunian, Perkuat Deteksi Dini Gangguan Keamanan
Audiensi dengan IAKN, Kapolda Maluku Tekankan Peran Kampus Cegah Konflik
Kapolda Maluku Soroti Miras dan Pengangguran sebagai Pemantik Konflik di Leihitu

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 20:06 WIT

Pangdam Pattimura: Tidak Ada Ruang bagi Separatisme di Maluku

Sabtu, 25 April 2026 - 20:19 WIT

Kapolda Maluku Ajak Warga Hitu Jaga Persatuan, Cegah Konflik

Jumat, 24 April 2026 - 15:26 WIT

Lapas Piru Razia Kamar Hunian, Perkuat Deteksi Dini Gangguan Keamanan

Kamis, 23 April 2026 - 19:55 WIT

Audiensi dengan IAKN, Kapolda Maluku Tekankan Peran Kampus Cegah Konflik

Selasa, 21 April 2026 - 20:13 WIT

Kapolda Maluku Soroti Miras dan Pengangguran sebagai Pemantik Konflik di Leihitu

Berita Terbaru

Pendidikan

Motivasi Siswa SMA Siwalima, Wagub: Bermimpilah Jadi Presiden!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:09 WIT

Hukum & Kriminal

Tim Tabur Kejari Buru Tangkap Buron Kasus Asusila

Jumat, 1 Mei 2026 - 21:54 WIT

Pendidikan

Pemda SBT Fokus Mutu SDM, Wamen Dikti Siapkan Beasiswa S3

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:48 WIT