AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Wilayah Maluku turut ambil bagian dalam kegiatan Temu Anak dan Remaja Jemaat GPM Abubu.
Kegiatan yang berlangsung pada 27–28 Mei 2026 di Negeri Abubu, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah ini bertujuan membina generasi muda gereja agar lebih siap menghadapi tantangan di era digital.
Melalui wadah ini, para peserta dibekali kemampuan untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat karakter dalam menyikapi pesatnya perkembangan teknologi informasi.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Mafindo Maluku, Wellsy Bakarbessy, hadir sebagai pemateri dengan membawakan topik literasi digital bertajuk “Saring Sebelum Sharing: Bahaya Internet bagi Remaja”.
Sesi ini mengupas tuntas manfaat internet sebagai sarana belajar dan berkomunikasi, sekaligus memetakan berbagai risiko yang mengintai di ruang digital.
Para remaja diajak untuk memahami ancaman pelanggaran privasi, bahaya hoaks, pentingnya keamanan data pribadi, serta kewajiban berpikir kritis sebelum menyebarkan informasi.
“Anak-anak dan remaja saat ini tumbuh berdampingan dengan teknologi. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan berpikir kritis, skeptis yang positif, menjaga privasi, serta memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab,” ujar Wellsy.
Tak hanya teori, Wellsy juga mengajarkan metode cek fakta sederhana serta pemanfaatan teknologi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) secara positif melalui praktik prompting (pemberian perintah pada AI) sederhana.
Kegiatan yang diikuti oleh 45 anak dan remaja ini berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias saat diajak menganalisis contoh hoaks yang kerap beredar di masyarakat dan mencoba menggunakan AI secara bijaksana.
Ketua Pengasuh SMTPI Jemaat GPM Abubu, Sin Peilouw, menyampaikan apresiasi mendalam atas hadirnya Mafindo dalam kegiatan ini. Menurutnya, materi yang dibawakan memberikan cakrawala baru bagi anak-anak di Negeri Abubu.
“Kegiatan ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi remaja kami, khususnya terkait penggunaan internet dan pengenalan AI. Kami berharap ilmu ini menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka,” ungkap Sin Peilouw.
Selain literasi digital, dinamika kegiatan juga diwarnai dengan Sesi Kreativitas dan Melukis bersama seniman muda Maluku, Tessart Saija.
Dalam sesi ini, peserta diajarkan konsep Zinebook sebagai media kreatif untuk menuangkan ide, cerita, dan ekspresi diri, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi mewarnai dan melukis bersama.
Meneladani Semangat Martha Christina Tiahahu
Negeri Abubu sendiri merupakan salah satu negeri adat di Pulau Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, yang berjarak sekitar lima jam perjalanan darat dan laut dari Kota Ambon.
Wilayah ini dikenal bersejarah sebagai tanah kelahiran Pahlawan Nasional Martha Christina Tiahahu, tokoh perempuan tangguh yang berjuang melawan penjajahan.
Melalui sinergi kegiatan ini, generasi muda Abubu diharapkan dapat meneladani semangat perjuangan tersebut di era modern—menjadi remaja yang cerdas digital, mampu memfilter informasi, serta piawai memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan berkarya bagi masyarakat. (HT-01)









