AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Guna meningkatkan kualitas pembinaan dan menumbuhkan budaya literasi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Ambon menjalin kolaborasi strategis dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku.
Kerja sama ini diwujudkan melalui pengadaan perpustakaan mini di blok hunian Warga Binaan.
Melalui skema program pinjam pakai buku, para Warga Binaan kini mendapatkan kemudahan akses terhadap berbagai koleksi bacaan berkualitas sebagai sarana belajar mandiri di dalam Lapas.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Saat berkunjung ke Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku pada Kamis (30/4), Staf Pembinaan Lapas Perempuan Ambon, Saad Henamuly, menegaskan bahwa perpustakaan mini ini adalah langkah nyata dalam transformasi pembinaan.
“Perpustakaan mini ini diharapkan menjadi wadah bagi Warga Binaan untuk memperluas wawasan. Dengan akses bacaan yang lebih dekat, kami ingin mereka mengisi waktu dengan kegiatan yang jauh lebih positif dan produktif,” ujar Saad.
Hal senada diungkapkan oleh Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Lapas Ambon, Nur Azizah Meisya. Ia menilai program ini merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan diri warga binaan.
“Kami ingin menumbuhkan minat baca dan mendorong mereka untuk terus belajar. Sistem pinjam pakai ini dirancang agar bahan bacaan yang bermanfaat bisa menjangkau seluruh penghuni blok dengan mudah,” terangnya.
Dukungan Penuh Pemprov
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku, Husen, menyambut hangat inisiatif tersebut.
Ia menyatakan bahwa literasi adalah fondasi penting dalam pemberdayaan manusia, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana.
“Literasi adalah kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kami berharap koleksi buku ini memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan dalam menambah pengetahuan sebagai bekal mereka nantinya,” ungkap Husen.
Kehadiran perpustakaan mini ini diharapkan mampu mempersiapkan Warga Binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat dengan cara pandang yang lebih luas.
Program ini sekaligus mempertegas komitmen Lapas Perempuan Ambon dalam menghadirkan pola pembinaan yang humanis, edukatif, dan bekelanjutan. (HT-01)








