Penertiban Gunung Botak, Gubernur: Fokus Saya Bukan Emas, Tapi Keselamatan Lingkungan dan Manusia

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:49 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meninjau langsung kawasan pertambangan emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, Rabu (6/5/2025). Foto : Istimewa

Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa meninjau langsung kawasan pertambangan emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, Rabu (6/5/2025). Foto : Istimewa

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengeluarkan peringatan keras terhadap pelaku Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Gunung Botak (GB), Kabupaten Buru.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lagi menoleransi aktivitas ilegal yang telah merusak ekosistem selama bertahun-tahun.

“Kepada penambang ilegal, berhenti melakukan aktivitas Anda. Kalau masih mencoba-coba lagi, kalian berhadapan dengan negara,” tegas Hendrik saat meninjau langsung lokasi terdampak, Rabu (6/5/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur menekankan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah pemulihan kawasan, bukan sekadar mengejar hasil bumi.

“Sebagai Gubernur, saya tidak mau kita melakukan kesalahan berulang. Konsentrasi saya bukan pada emasnya, melainkan pada keselamatan lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Hendrik mengapresiasi sinergi Pangdam, Kapolda, serta jajaran Forkopimda lainnya dalam menertibkan kawasan tersebut. Menurutnya, progres yang dicapai saat ini adalah langkah luar biasa untuk menegakkan wibawa pemerintah.

Baca Juga :  Renovasi Telan Miliaran Rupiah, Rumdis Wali Kota Ambon Tunggak Tagihan Air Ratusan Juta

Ia juga menyoroti dampak mengerikan penggunaan bahan kimia berbahaya di Gunung Botak. Berdasarkan hasil uji ilmiah lembaga kredibel, kadar merkuri dan sianida telah mencemari lingkungan hingga ke wilayah perairan laut.

“Gunung Botak saat ini menjadi potret wajah suram akibat eksploitasi yang tidak terkontrol. Penambang ilegal sering ‘balik kanan’ (kabur) saat terjadi musibah. Akhirnya, pemerintah yang harus menanggung dampak dan berhadapan langsung dengan masyarakat yang terkena bencana,” sindirnya.

Solusi Lewat Koperasi dan IPR

Sebagai solusi jangka panjang, Gubernur mengajak para mantan penambang ilegal untuk melegalkan aktivitas mereka melalui wadah koperasi yang telah memiliki izin resmi.

Ia menekankan pentingnya penerapan Good Mining Practice (praktik pertambangan yang baik).

“Tujuannya hanya satu: mengambil sumber daya, namun lingkungan tetap terjaga. Berdosa kita sebagai pemimpin jika membiarkan kondisi ini berlangsung terus-menerus dan menormalisasi kerusakan ini,” tambah Hendrik.

Baca Juga :  Satu Pasien Balita Gizi Buruk di RSUD Bula Meninggal Dunia

Bagi pemegang Izin Pertambangan Rakyat (IPR), Gubernur memberikan instruksi khusus agar mematuhi regulasi dan melengkapi seluruh dokumen teknis.

Melibatkan tenaga kerja atau penambang lokal secara signifikan, serta menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) kepada masyarakat sekitar setelah berproduksi.

Pemerintah Provinsi Maluku sejauh ini telah menerbitkan IPR kepada 10 koperasi untuk mengelola tambang emas di Gunung Botak. Saat ini, para pemegang izin mulai memasang tanda batas wilayah sembari menunggu proses penertiban tuntas sepenuhnya.

Sepuluh koperasi tersebut adalah
Koperasi Putri Daramanis Mandiri,
Koperasi Perusa Tanila Baru, Koperasi Fena Rua Bupolo, Koperasi Baheren Floly Kai Wai, Kperasi Wahidi Mnamut Mandiri, Koperasi Nusa Ina Solissa Group, Kperasi Putra Bupolo, Koperasi Penambang Emas Rakyat Klih, Koperasi Gunung Botak Persada, dan
Koperasi Tambang Rakyat Waeapo. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sempat Hilang Arah Akibat Kabut, Nelayan Asal Aru Berhasil Pulang Selamat
Gubernur dan Forkopimda Maluku Tinjau Lokasi Groundbreaking Blok Masela
Krisis Air Bersih Melanda Bula, Polres SBT Gerak Cepat Kerahkan AWC
BNPB dan Alimudin Kolatlena Pastikan Ratusan Rumah Pengungsi Kariuw-Masihulan Segera Dibangun
Kemarau Mulai Melanda, Polres SBT Salurkan Air Bersih untuk Warga Bula
Lima Tahun Tinggal di Gubuk Sempit, Rumah Keluarga Bahrum di Bula Dibedah Polisi
Aksi Heroik Selamatkan Pelajar Tenggelam, Anggota Polri dan TNI AU Gugur di Pantai Nirun Malra
Operasi SAR Dihentikan, Bupati MBD Ajak Doakan Korban dan Keluarga

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 13:54 WIT

Sempat Hilang Arah Akibat Kabut, Nelayan Asal Aru Berhasil Pulang Selamat

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:18 WIT

Krisis Air Bersih Melanda Bula, Polres SBT Gerak Cepat Kerahkan AWC

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:57 WIT

BNPB dan Alimudin Kolatlena Pastikan Ratusan Rumah Pengungsi Kariuw-Masihulan Segera Dibangun

Selasa, 23 Juni 2026 - 21:01 WIT

Kemarau Mulai Melanda, Polres SBT Salurkan Air Bersih untuk Warga Bula

Senin, 22 Juni 2026 - 17:29 WIT

Lima Tahun Tinggal di Gubuk Sempit, Rumah Keluarga Bahrum di Bula Dibedah Polisi

Berita Terbaru

Sosial Kemasyarakan

Kota Tual Pertahankan Gelar Juara Umum MTQ Provinsi Maluku 2026

Senin, 29 Jun 2026 - 21:24 WIT

Opini

Hari Raya itu Bernama Piala Dunia

Senin, 29 Jun 2026 - 21:03 WIT