AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Aksi pemalangan jalan kembali terjadi di wilayah Maluku. Kali ini, warga Desa Seriholo, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), memblokade Jalan Lintas Seram pada Sabtu (25/4/2026) siang.
Berdasarkan unggahan foto dan video yang beredar di media sosial Facebook, tampak warga menutup akses jalan menggunakan batang kayu dan pohon. Aksi ini mengakibatkan antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat dari kedua arah.
Pemalangan jalan ini diduga dipicu oleh rasa frustrasi warga atas aksi penebangan pohon cengkeh milik masyarakat Desa Seriholo oleh Orang Tak Dikenal (OTK). Kejadian ini dikabarkan telah berlangsung berulang kali tanpa ada penyelesaian yang jelas.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Warga mengklaim telah melaporkan kasus pengrusakan tanaman tersebut ke Polsek Amalatu sebelumnya. Namun, hingga aksi ini dilakukan, warga merasa belum ada tindak lanjut yang nyata dari pihak kepolisian.

“Aksi pemalangan jalan ini adalah buntut dari ulah oknum tidak bertanggung jawab yang berulang kali menebang tanaman umur panjang kami. Laporan pertama ke Polsek tidak digubris, dan sekarang kejadian lagi. Kami minta pelaku segera ditangkap dan memberikan ganti rugi,” ujar salah seorang warga di lokasi.
Elena Wattimena, warga Seriholo lainnya, mendesak pihak Kepolisian dan Pemerintah Daerah (Pemda) SBB untuk segera merespons masalah ini secara serius. Ia menegaskan bahwa tanaman cengkeh merupakan sumber mata pencaharian utama bagi para petani setempat.
“Bapak Gubernur Hendrik Lewerissa, mohon perhatikan masalah ini. Kasihan keluarga yang sudah menanam dan merawat tanaman mereka dengan susah payah, justru dirusak begitu saja,” tulis Elena melalui akun Facebook pribadinya.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di Jalan Lintas Seram masih mengalami hambatan, dan belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak kepolisian terkait langkah penanganan di lapangan. (HT-01)








