AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Polri terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga kondisi sosial masyarakat pascainsiden di wilayah Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Salah satu langkah nyata yang dilakukan Polres SBB adalah memberikan pemulihan trauma (trauma healing) kepada 120 anak di Desa Patahuwe, Senin (14/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 12.30 WIT tersebut dipimpin langsung oleh jajaran Polwan Polres SBB dengan menghadirkan suasana yang ramah, interaktif, dan menyenangkan.
Sebanyak 120 anak dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti kegiatan ini, yang terdiri atas 20 anak PAUD, 60 siswa SD, 25 siswa SMP, dan 15 siswa SMA.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando turut hadir bersama personelnya untuk mendampingi langsung jalannya kegiatan.
Kegiatan dirancang tanpa pendekatan formal. Rangkaian acara diisi dengan perkenalan personel Polwan, doa bersama, ice breaking, permainan, hingga penyerahan bantuan alat tulis dan kudapan.
Kapolres SBB AKBP Refindo Pradikta Rulando mengatakan, kehadiran Polri tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat, khususnya anak-anak, mendapat pendampingan psikologis setelah menghadapi situasi yang memengaruhi mental mereka.
“Anak-anak harus mendapat perhatian. Kami ingin mereka kembali merasakan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Kehadiran Polwan hari ini adalah bagian dari komitmen Polri untuk memberikan pendampingan humanis,” ujar Refindo.
Menurutnya, pemulihan sosial tidak cukup hanya diselesaikan melalui pendekatan keamanan. Oleh karena itu, Polres SBB terus mendorong kegiatan yang membangun kembali rasa aman, kebersamaan, dan kepercayaan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Polres SBB juga menyalurkan bantuan kebutuhan sehari-hari bagi warga terdampak, meliputi dua karton popok bayi, dua karton pembalut wanita, dua karton mi instan, empat rak telur, satu liter minyak goreng, 15 kilogram gula pasir, dua karton detergen, serta perlengkapan mandi.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi menambahkan, trauma healing merupakan bagian dari cooling system untuk memastikan penanganan pascainsiden menyentuh kebutuhan psikososial masyarakat.
“Anak-anak kami ajak bermain, berinteraksi, dan belajar bersama. Pesannya sederhana: mereka tidak sendiri dan ada banyak pihak yang peduli,” kata Rositah.
Ia juga mengapresiasi peran Polwan Polres SBB yang turun tangan langsung. Menurutnya, pendekatan Polwan sangat efektif dalam membangun komunikasi yang dekat dengan kelompok rentan seperti anak-anak dan perempuan.
Polda Maluku, lanjut Rositah, akan terus mendorong jajaran kewilayahan untuk mengedepankan langkah preventif, humanis, dan persuasif demi mempercepat pemulihan sosial di wilayah Taniwel dan sekitarnya. Kegiatan yang berlangsung di Desa Taniwel tersebut dilaporkan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Seperti diketahui, sebanyak 29 rumah warga dan satu unit sepeda motor dilaporkan terbakar dalam insiden yang terjadi di Desa Patahuwe, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Jumat (11/9/2026).
Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten SBB akan membangun kembali rumah warga Patahuwe yang dibakar massa.
Peristiwa tersebut juga menyebabkan empat warga dari Desa Lisabata mengalami luka akibat terkena tembakan senjata angin. Pemprov menanggung seluruh biaya pengobatan korban luka. (HT-01)








