AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Sebuah foto yang memperlihatkan kondisi memprihatinkan Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah di Dusun Yaholu, Desa Tehua, Kecamatan Telutih, Kabupaten Maluku Tengah, mendadak viral di media sosial Facebook.
Foto tersebut pertama kali diunggah oleh akun Aghil Uspar di grup Facebook ‘BERITA MALTENG’ pada Senin (25/5/2026).
Unggahan itu langsung memancing gelombang kritik dan simpati dari warganet. Hingga Rabu (27/5/2026) malam, postingan tersebut telah disukai 3.200 lebih emoji jempol, 523 komentar, dan dibagikan 183 kali.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam foto yang beredar, tampak jelas bangunan sekolah sudah tidak layak. Cat dindingnya kusam dan mengelupas di berbagai sisi.
Lebih parah lagi, bagian atap seng terlihat rusak berat—bolong, rapuh, hingga melorot di beberapa titik—sehingga dipastikan tidak mampu menahan air saat hujan turun.
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari netizen. Banyak yang menyayangkan ketimpangan fasilitas pendidikan di daerah tersebut.
“Hadooo, prihatin lihat sekolahnya mau roboh. Padahal anak-anak semangat sekolahnya sangat luar biasa, tapi fasilitas sekolahnya ambruk. Tolong diperhatikan Pemda Malteng. Misi presiden itu mencerdaskan bangsa, bukan menyengsarakan anak-anak penerus bangsa,” tulis akun @RugayaAssagaff.
Netizen lain bahkan menyarankan agar pihak sekolah tidak perlu terlalu berharap pada bantuan Pemerintah Daerah (Pemda) dan mengambil langkah swadaya demi keselamatan siswa, terlebih menjelang musim timur.
“Bilang kepala sekolah terus usul ke kepala desa untuk rombak saja. Jangan sampai anak-anak lagi belajar atau main, tiba-tiba bangunannya roboh. Saran dari saya, bongkar saja lalu ganti atap daun sagu dan dinding gaba-gaba (pelepah sagu). Jangan harap Pemda lagi. Ditambah sekarang mau masuk musim timur, kasihan anak-anak kalau harus sekolah kehujanan,” komentar akun @SaguSalempeng dalam dialek lokal.
Sementara itu, akun @Farul Al berharap unggahan ini bisa menjadi jembatan informasi bagi internal organisasi.
“Semoga foto ini dapat dilihat oleh Pengurus Muhammadiyah Kabupaten Malteng dan diteruskan kepada Pimpinan Muhammadiyah Provinsi Maluku, sehingga dapat membenahi tempat belajar anak bangsa generasi penerus negeri ini,” tulisnya.
Nada kritis juga datang dari akun @TriWidiyanto yang menyoroti kontrasnya fasilitas di tingkat atas dan dasar.
“Di saat perguruan tinggi Muhammadiyah megah, ada satu SD Muhammadiyah yang sangat perlu bantuan,” cetusnya.
Ada pula netizen yang menilai sekolah swasta yang sudah tidak layak sebaiknya ditutup saja jika yayasan tidak mampu, lalu siswanya dialihkan ke sekolah negeri demi kepastian regulasi guru dan fasilitas.
Di tengah riuhnya kritik, sebuah titik terang muncul dari jalannya diskusi di kolom komentar tersebut. Akun bernama @Dedi Warman mengonfirmasi bahwa informasi mengenai kondisi SD Muhammadiyah Tehua ini sudah sampai ke tingkat pusat.
“Sudah ditangani Majelis Dikdasmen Pimpinan Pusat Muhammadiyah, terima kasih informasinya,” tulisnya singkat di kolom komentar. (HT-01)









