AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Maluku mengecam keras aksi penikaman yang menimpa salah satu kadernya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pattimura (Unpatti).
Insiden berdarah ini dinilai sebagai tindakan kriminal brutal yang mencoreng marwah dunia akademik.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan oleh Wasekum Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP) BADKO HMI Maluku, Adam R. Rahantan. Ia menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun tidak memiliki tempat di lingkungan kampus yang seharusnya menjadi ruang dialektika intelektual.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Insiden bermula saat berlangsungnya agenda Rapat Kerja (Raker) Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas (DPMF) Ekonomi yang belum sempat disahkan, pada Jumat (27/2/2026). Dalam forum tersebut, terjadi perbedaan pendapat yang memicu ketegangan antarpeserta sidang.
Situasi yang memanas di dalam ruangan kemudian meluas hingga ke luar area fakultas dan berujung pada keributan fisik. Di tengah kekacauan itulah, salah satu kader HMI Komisariat Ekonomi dan Bisnis diduga menjadi korban penikaman.
Adam R. Rahantan menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar dinamika organisasi mahasiswa, melainkan murni tindak pidana yang harus diusut tuntas.
“Ini adalah tindakan brutal yang tidak bisa ditoleransi. Kampus adalah ruang intelektual, bukan arena kekerasan. Kami mendesak aparat penegak hukum segera bertindak tegas,” ungkap Adam.
Pihak BADKO HMI Maluku mengonfirmasi bahwa laporan resmi telah dilayangkan kepada pihak kepolisian. Mereka berharap penyelidikan dilakukan secara transparan dan profesional.
“Kami meminta kepolisian segera menyelidiki motif kejadian, serta menangkap pelaku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. Kasus ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.
Selain langkah hukum, BADKO HMI Maluku juga menuntut pihak rektorat Universitas Pattimura untuk mengambil langkah konkret dalam menjamin keamanan mahasiswa. Mereka meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di lingkungan kampus agar kejadian serupa tidak terulang.
Adam mengimbau seluruh kader HMI di Maluku untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang liar.
“Kami instruksikan seluruh kader untuk tetap tenang dan terus mengawal proses hukum ini hingga tuntas. Kami berkomitmen berdiri bersama korban demi memastikan keadilan ditegakkan,” tutup Rahantan. (HT-01)










