AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., mempertegas komitmen institusinya dalam mempercepat transformasi menuju perguruan tinggi berkelas dunia (World Class University) yang memiliki karakter kepulauan yang kuat.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka International Hybrid Seminar bertajuk “Elevating the Role of the University in the Sustainable Development of Archipelagic Regions” di Gedung Pascasarjana Unpatti, Rabu (22/4).
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa visi Unpatti menjadi universitas berkelas dunia bukanlah sekadar slogan. Hal ini merupakan arah strategis yang berakar pada karakteristik geografis Maluku dan wilayah Indonesia Timur.
Identitas akademik berbasis kelautan diposisikan sebagai fondasi utama dalam pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Unpatti dituntut berperan aktif menghadirkan solusi ilmiah atas tantangan di wilayah maritim. Hal ini diwujudkan melalui penguatan riset di bidang kelautan, pertanian kepulauan, sosial-budaya, serta pengembangan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan kawasan,” ujar Prof. Fredy.
Rektor juga menjelaskan bahwa pengembangan institusi dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan melalui penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pembelajaran, serta perluasan jejaring kerja sama internasional.
Upaya tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem akademik yang produktif, inovatif, dan mampu menghasilkan luaran riset yang diakui secara global.
“Selain itu, peningkatan reputasi institusi turut didukung oleh tata kelola yang semakin baik serta kolaborasi lintas sektor yang terus diperluas,”papar Rektor.
Rektor menutup sambutannya dengan menekankan pentingnya relevansi kurikulum, produktivitas riset, serta kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja.
Di sisi lain, penerapan prinsip transparansi, integritas, dan pemanfaatan sistem digital menjadi landasan dalam mewujudkan tata kelola universitas yang modern, adaptif, dan berdaya saing global.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis bagi Unpatti dalam memperkuat sinergi internasional sekaligus melahirkan gagasan inovatif yang berkontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan di wilayah kepulauan,”pungkas Fredy.
International Hybrid Seminar ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi, yaitu Dr. Marthin G. Nanere dari La Trobe University (Australia), Prof. Sun-Kee Hong dari Mokpo National University (Korea Selatan), Prof. Reynold Tan dari University of the Philippines Visayas (UPV), Prof. Dr. Ir. Simon H.T. Raharjo, M.Sc. dari Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, serta Prof. Dr. Ir. Alex S.W. Retrabun, M.Sc. dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura. (HT-01)








