Unpatti Dorong Solusi Berbasis Data Atasi Kemiskinan di Maluku

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 20:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON,HEADLINETIMUR.COM  – Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pattimura, Prof. Dominggus Malle, menegaskan pentingnya pendekatan berbasis data dalam merumuskan strategi penanggulangan kemiskinan di Provinsi Maluku.

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka kuliah umum bertema “Strategi Penanggulangan Kemiskinan, Pemenuhan Layanan Dasar, dan Kebijakan Perlindungan Sosial Adaptif” yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Aula Rektorat Universitas Pattimura, Rabu (29/4/2026).

Dalam sambutannya, Prof. Malle menyoroti karakteristik geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan dominasi perairan.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini belum sepenuhnya diimbangi dengan alokasi anggaran pembangunan yang proporsional.

“Tantangan kemiskinan di Maluku tidak dapat disamakan dengan wilayah lain. Kita menghadapi keterbatasan akses, kendala distribusi sumber daya, serta persoalan konektivitas antarwilayah yang masih menjadi hambatan utama dalam pemerataan kesejahteraan,” ujarnya.

Baca Juga :  Unpatti Peringati Hardiknas 2026, Rektor Tekankan Pentingnya "Deep Learning"

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa isu kemiskinan harus dilihat secara komprehensif, melampaui angka statistik.

Meski sebagian masyarakat mulai memiliki akses teknologi, hal tersebut belum diiringi peningkatan produktivitas dan akses pasar yang memadai.

Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang kontekstual, termasuk penguatan sektor pendidikan, kesehatan, serta perlindungan sosial yang adaptif terhadap kondisi daerah.

Prof. Malle berharap forum akademik ini mampu memicu daya kritis mahasiswa untuk menghasilkan solusi berbasis riset.

Kesenjangan Wilayah dan Perlindungan Adaptif

Sementara itu, Dekan FEB Unpatti, Prof. Dr. Teddy Christianto Leasiwal, mengatakan kuliah umum ini adalah momentum krusial bagi akademisi untuk memperkuat peran dalam pembangunan daerah.

Ia menggarisbawahi fakta bahwa angka kemiskinan di Maluku masih berada di atas rata-rata nasional, dengan konsentrasi tertinggi di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.

Baca Juga :  Atase Kedubes Belanda Siap Fasilitasi Kerja Sama Internasional UIN Ambon

Kesenjangan antarwilayah, terutama pada akses layanan dasar seperti listrik, air bersih, pendidikan, dan kesehatan, masih menjadi tantangan serius.

“Kondisi geografis kepulauan juga membuat Maluku rentan terhadap perubahan iklim dan bencana alam. Karena itu, kita butuh kebijakan perlindungan sosial yang adaptif. Program pemerintah tidak boleh hanya bersifat responsif, tetapi harus antisipatif terhadap risiko yang dihadapi masyarakat pesisir,” jelas Prof. Teddy.

Menutup arahannya, Dekan mengajak seluruh sivitas akademika untuk berkontribusi nyata melalui riset dan pengabdian masyarakat agar pengentasan kemiskinan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama, Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas, Maliki. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan nasional yang tepat sasaran bagi dinamika sosial-ekonomi di daerah. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gagas “Pelita Pendidikan Kepulauan”, Mahasiswi Unpatti Raih Mahkota Miss Education Indonesia 2026
Lantik Ratusan ASN, Rektor Unpatti Tegaskan Pentingnya Integritas dan Profesionalism
Kota Tual Pertahankan Gelar Juara Umum MTQ Provinsi Maluku 2026
Sarat Prestasi, Lulusan Sekolah Lab Unpatti Banyak Tembus Kampus Jalur Prestasi
UTBK Mandiri Unpatti 2026 Diikuti 3.152 Peserta, Rektor Tekankan Transparansi
Unpatti dan Kedubes Prancis Jajaki Perluasan Kerja Sama Akademik
Perkuat Pembangunan Adil, Rumah Generasi Latih 10 Pokja Inklusi Ambon
Perdana di Lapas Wahai, 17 Warga Binaan Khatam Al-Qur’an

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:48 WIT

Gagas “Pelita Pendidikan Kepulauan”, Mahasiswi Unpatti Raih Mahkota Miss Education Indonesia 2026

Senin, 29 Juni 2026 - 21:34 WIT

Lantik Ratusan ASN, Rektor Unpatti Tegaskan Pentingnya Integritas dan Profesionalism

Senin, 29 Juni 2026 - 21:24 WIT

Kota Tual Pertahankan Gelar Juara Umum MTQ Provinsi Maluku 2026

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:14 WIT

Sarat Prestasi, Lulusan Sekolah Lab Unpatti Banyak Tembus Kampus Jalur Prestasi

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:17 WIT

UTBK Mandiri Unpatti 2026 Diikuti 3.152 Peserta, Rektor Tekankan Transparansi

Berita Terbaru

Sidang pengucapan putusan uji materiil undang-undang (UU) di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta. (Foto: ANTARA FOTO)

Nasional

Putusan MK: Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung

Selasa, 30 Jun 2026 - 17:30 WIT

Sosial Kemasyarakan

Kota Tual Pertahankan Gelar Juara Umum MTQ Provinsi Maluku 2026

Senin, 29 Jun 2026 - 21:24 WIT