Warga dan Sopir Keluhkan Truk Kayu Over Kapasitas di Lintas Namrole-Leksula

- Penulis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 15:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Penggunaan jalan lintas Namrole-Leksula, Kabupaten Buru Selatan oleh truk pengangkut kayu yang diduga milik Koperasi/Perusahaan Wailo Wana Lestari memicu keresahan warga dan pengguna jalan.

Aktivitas kendaraan besar tersebut dinilai menjadi penyebab utama kerusakan infrastruktur dan mengancam keselamatan lalu lintas.

Salah satu warga Buru Selatan, Maona Lesnussa, mengungkapkan kekecewaannya atas mobilitas truk yang diduga membawa muatan berlebih (Over Dimension Over Loading).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, beban muatan yang tidak terkontrol mempercepat kerusakan jalan dan jembatan di wilayah tersebut.

“Overloading ini menjadi penyebab utama kerusakan infrastruktur. Pemerintah Daerah akhirnya harus mengeluarkan biaya perawatan yang sangat tinggi akibat aktivitas ini,” ujar Maona melalui akun Facebooknya, Sabtu (9/5/2026).

Ia juga mempertanyakan legalitas operasional truk tersebut di jalan raya umum. Hingga saat ini, publik belum mengetahui apakah sudah ada izin resmi atau kesepakatan khusus antara Dinas terkait dengan pihak perusahaan untuk menggunakan jalan lintas tersebut sebagai jalur mobilitas kayu.

Baca Juga :  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Menurut Mona, persoalan ini sebenarnya bukan hal baru. Pada Oktober 2025, masyarakat Desa Namrinat dan Walafau juga sempat menyuarakan keluhan serupa.

Meski kabarnya telah dilakukan pertemuan yang difasilitasi oleh Dinas terkait, namun hasilnya tidak pernah dipublikasikan.

Maona menegaskan bahwa transparansi adalah kunci agar masyarakat tahu bahwa pemerintah benar-benar bekerja.

“Menyampaikan hasil kerja atau penyelesaian aduan itu bukan pencitraan, tapi publikasi. OPD di lingkup Pemda Bursel jangan alergi terhadap kritik. Masyarakat perlu tahu sejauh mana penanganan masalah ini,” tegasnya.

Sopir Lintas Perbaiki Jalan Secara Swadaya

Kondisi ini kian ironis mengingat para sopir angkutan lintas Kecamatan Leksula harus turun tangan sendiri memperbaiki kerusakan jalan.

Baca Juga :  Personel Satuan Polairud Polres MBD Intensifkan Pencarian Korban Seedboat Tenggelam

Tanpa bantuan dari perusahaan maupun dinas, para sopir bergotong royong mengeluarkan biaya dan tenaga pribadi demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Saudara-saudara kami sopir lintas Leksula sudah berulang kali memperbaiki titik-titik jalan yang rusak secara swadaya. Dinas terkait jangan tutup mata dan tuli terhadap ketidakadilan ini,” tambah Maona.

Menyikapi situasi yang berlarut-larut, Maona bersama perwakilan sopir lintas berencana mendatangi Dinas terkait untuk melaporkan masalah ini secara resmi.

Mereka menuntut pemerintah segera memanggil pihak perusahaan untuk mempertanggungjawabkan dampak aktivitas mereka.

Masyarakat berharap ada langkah tegas dari Pemerintah Kabupaten Buru Selatan agar infrastruktur jalan yang dibangun dengan uang rakyat tidak hancur demi keuntungan segelintir pihak, sementara beban perbaikan justru ditanggung oleh warga secara mandiri. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim SAR Gabungan Evakuasi 14 Penumpang Longboat yang Mati Mesin di Perairan Aru
Klarifikasi Kodam Soal Proyek Parkir di Sungai Wae Tomu Gagal Jawab Akar Persoalan
Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura
Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual
Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal
Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam
KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 13:34 WIT

Tim SAR Gabungan Evakuasi 14 Penumpang Longboat yang Mati Mesin di Perairan Aru

Minggu, 27 September 2026 - 19:55 WIT

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura

Sabtu, 26 September 2026 - 17:25 WIT

Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual

Jumat, 25 September 2026 - 18:23 WIT

Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal

Jumat, 25 September 2026 - 17:27 WIT

Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Berita Terbaru

Kesehatan

Bea Cukai-BPOM Ambon Perkuat Pengawasan Obat dan Makanan

Senin, 28 Sep 2026 - 20:39 WIT