AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Ambon mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang diprediksi melanda sejumlah wilayah perairan di Maluku.
Peringatan ini berlaku mulai Senin, 11 Mei 2026, pukul 09.00 WIT hingga Kamis, 14 Mei 2026, pukul 09.00 WIT.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Priscellia Tati Bernard, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh pola angin di wilayah Maluku yang secara umum bergerak dari arah Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan rata-rata 6 hingga 20 knot.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Kecepatan angin tertinggi mencapai lebih dari 20 knot berpeluang terjadi di beberapa titik, seperti Perairan Pulau Buru, Seram Bagian Timur, hingga Laut Arafuru. Hal ini berpotensi meningkatkan ketinggian gelombang laut di wilayah-wilayah tersebut,” ujar Priscellia melalui rilis resmi, Minggu (10/5/2026).
BMKG memprediksi gelombang dengan ketinggian 1.25 hingga 2.5 meter berpeluang terjadi di wilayah-wilayah berikut.
Sektor Pulau Buru: Perairan Utara dan Selatan P. Buru, Sektor Kepulauan: Perairan Kepulauan Kai, Perairan Utara dan Selatan Kepulauan Aru, Perairan Barat dan Timur Kepulauan Tanimbar, Babar, serta Sermata – Leti di Kabupaten Maluku Barat Daya.
Wilayah Perairan Lain di perairan Wetar, Laut Banda, serta Laut Arafuru bagian tengah dan barat.
Mengingat potensi risiko yang ada, BMKG menghimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa transportasi laut, untuk memperhatikan risiko keselamatan pelayaran.
Perahu nelayan tetap waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang di atas 1.25 m.
Sedangkan kapal tongkang waspada jika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang mencapai 1.5 m.
Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi diminta untuk tetap waspada dan terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. (HT-01)








