Pelaku UMKM Desa Lokki Tolak Pembangunan Gerai Indomaret dan Alfamidi

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), menggelar unjuk rasa menolak pembangunan gerai Indomaret dan Alfamidi di wilayah mereka.

Berdasarkan laporan Polres SBB, aksi yang berlangsung pada Kamis (21/05/2026) ini dimulai pukul 11.00 WIT.

Massa yang berjumlah sekitar 50 orang berkumpul di Dusun Tanah Goyang, lalu melakukan longmarch menuju lokasi utama penyampaian aspirasi di Kantor Desa Lokki.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sambil membawa pengeras suara, spanduk, baliho, dan pamflet penolakan, massa bergerak di bawah pimpinan La Suhardi selaku pimpinan aksi dan Fadil Boufakar sebagai koordinator lapangan. Lima orator bergantian menyampaikan tuntutan di depan kantor desa.

Baca Juga :  Bupati Buru Usulkan Tambahan IPR di Gunung Botak guna Akomodir Penambang Lokal

Dalam orasinya, para demonstran mengkhawatirkan kehadiran gerai ritel modern tersebut akan mematikan usaha kecil masyarakat lokal akibat persaingan yang tidak seimbang. Padahal, UMKM merupakan sumber penghidupan utama warga Desa Lokki yang telah dibangun secara turun-temurun.

“Kami berharap pemerintah desa berpihak kepada pelaku usaha kecil dengan tidak memberikan izin pembangunan gerai modern di Desa Lokki dan sekitarnya,” ujar salah satu orator.

Sekitar pukul 11.45 WIT, perwakilan massa menemui Pemerintah Desa Lokki untuk menyerahkan enam poin tuntutan. Tiga di antaranya adalah
menolak pembangunan gerai Alfamidi dan Indomaret di wilayah Desa Lokki serta Dusun Olas, mendesak pemerintah melindungi keberlangsungan UMKM lokal.

Baca Juga :  Kapolres MBD Turun Tangan, Mediasi Pertikaian Warga di Tiakur Berakhir Damai

Selain itu, meminta Kepala Desa Lokki membatalkan seluruh izin maupun rekomendasi pembangunan gerai modern di wilayah tersebut.

Usai pertemuan, pada pukul 12.10 WIT, massa bersama perwakilan pemerintah desa bergerak ke Dusun Olas untuk berdialog langsung dengan pemilik lahan pembangunan gerai Alfamidi.

Dialog yang berlangsung di rumah Ketua Pemuda Dusun Olas pada pukul 12.20 WIT itu menghasilkan kesepakatan bersama. Pemilik lahan setuju untuk menghentikan sementara proyek pembangunan gerai Alfamidi hingga ada surat izin resmi dari Pemerintah Desa Lokki.

Seluruh rangkaian aksi yang dikawal oleh personel Polsubsektor Laala Polsek Huamual ini berakhir pada pukul 13.10 WIT. Unjuk rasa berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Hari Menghilang di Laut, Nelayan Asal Desa Kawa Ditemukan Selamat
Empat Hari Hilang di Laut Seram, Nelayan Desa Kawa Belum Ditemukan
Ombudsman Maluku Terima 528 Aduan Masyarakat Haruku, 25 Ditindaklanjuti
Pemprov Maluku dan Presiden Salurkan 143 Hewan Kurban
Wali Kota Ambon Dukung Langkah Korban Longsor BTN Gadihu Polisikan Pengembang
Alimudin Kolatlena Dorong Masjid Tua Wapauwe Jadi Cagar Budaya Nasional
Lapak Pasar Lama yang Dijadikan Tempat Tinggal Bakal Dibongkar
Butuh Rp279 Juta untuk Bangun Talud, Warga Lateri Diminta Bersabar

Berita Terkait

Kamis, 28 Mei 2026 - 17:00 WIT

Empat Hari Menghilang di Laut, Nelayan Asal Desa Kawa Ditemukan Selamat

Kamis, 28 Mei 2026 - 06:51 WIT

Empat Hari Hilang di Laut Seram, Nelayan Desa Kawa Belum Ditemukan

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:24 WIT

Ombudsman Maluku Terima 528 Aduan Masyarakat Haruku, 25 Ditindaklanjuti

Senin, 25 Mei 2026 - 20:35 WIT

Pemprov Maluku dan Presiden Salurkan 143 Hewan Kurban

Senin, 25 Mei 2026 - 16:54 WIT

Wali Kota Ambon Dukung Langkah Korban Longsor BTN Gadihu Polisikan Pengembang

Berita Terbaru