AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Pemerintah Provinsi Maluku terus berkomitmen menata infrastruktur permukiman sekaligus meningkatkan kesejahteraan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di wilayahnya.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyerahkan secara langsung bantuan program “Manggurebe Biking Bae Rumah” kepada lima warga penerima manfaat di Desa Hila, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, pada Jumat (5/6/2026).
Program unggulan Pemprov Maluku ini berfokus pada penyediaan hunian layak serta percepatan penanganan rumah tidak layak huni bagi masyarakat kurang mampu.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Maluku beserta jajaran pimpinan OPD terkait. Gubernur menyampaikan bahwa unit rumah yang diserahkan merupakan hasil pelaksanaan program Tahun Anggaran 2025 yang telah rampung dan siap ditempati.
Gubernur menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 15 unit rumah tidak layak huni di Kecamatan Leihitu yang telah berhasil diperbaiki. Seluruhnya selesai dikerjakan dengan baik dan sudah dapat langsung dimanfaatkan oleh para penerima bantuan.
“Untuk program intervensi daerah ini, Pemerintah Provinsi Maluku mengalokasikan anggaran sebesar Rp35 juta per unit rumah,”jelas Gubernur.
Menurut Gubernur, Pemprov Maluku menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan program ini. Pada Tahun Anggaran 2026, Program “Manggurebe Biking Bae Rumah” kembali ditargetkan untuk membangun dan memperbaiki sebanyak 210 unit rumah secara bertahap, menyesuaikan kemampuan APBD daerah.

Dia mengatakan, upaya pemenuhan kebutuhan rumah layak huni ini juga mendapat dukungan besar dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman yang dipimpin Menteri Maruarar Sirait.
Maluku dipastikan memperoleh tambahan bantuan yang signifikan melalui Program Stimulus Perumahan Swadaya.
“Tahun 2026 ini saya akan lanjutkan Program Manggurebe Biking Bae Rumah untuk 210 unit rumah lagi. Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Pusat, khususnya Bapak Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pak Ara Sirait, yang telah membantu Maluku. Kalau tahun lalu Maluku hanya mendapat bantuan untuk 81 unit rumah, pada tahun 2026 ini kami mendapat 7.237 unit rumah,” ungkap Gubernur.
Meskipun nilai bantuan stimulus dari pemerintah pusat sebesar Rp20 juta per unit—lebih kecil dibandingkan alokasi Pemprov Maluku yang mencapai Rp35 juta per unit—Gubernur menilai kuantitas bantuan yang mencapai ribuan unit tersebut akan memberikan dampak dan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat Maluku.
Gubernur memastikan bantuan perumahan swadaya sebanyak 7.237 unit tersebut akan disalurkan secara transparan, merata, dan proporsional ke seluruh wilayah Maluku.
Kabupaten dengan jumlah penduduk maupun wilayah yang lebih besar, seperti Kabupaten Maluku Tengah, akan memperoleh alokasi yang lebih banyak. Sementara daerah dengan skala yang lebih kecil, seperti Kabupaten Maluku Tenggara dan Kabupaten Seram Bagian Barat, akan menerima alokasi yang disesuaikan secara proporsional.
Oleh karena itu, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan doa agar pemerintah dapat bekerja maksimal demi kesejahteraan daerah.
“Mari dukung terus pemerintah. Kita akan bekerja keras, bekerja cerdas, sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat. Doakan kami terus,” pungkasnya. (HT-01)









