AMBON, HEADLINETIMUR.COM – Menjelang peletakan batu pertama (groundbreaking) Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku meninjau langsung lokasi proyek di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat (26/6/2026).
Kunjungan ini merupakan langkah konkret untuk memastikan kesiapan seluruh aspek pendukung pembangunan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia tersebut.
Proyek ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus memacu percepatan pembangunan di kawasan timur Indonesia.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Rombongan Forkopimda Maluku dipimpin oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, bersama Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dadang Hartanto, dan Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dodi Triwinarto.
Tiba di Kepulauan Tanimbar, rombongan disambut oleh Forkopimda setempat serta perwakilan perusahaan pengelola proyek.
Peninjauan difokuskan pada kesiapan pelaksanaan groundbreaking Blok Masela yang menjadi tonggak awal dimulainya proyek strategis ini.
Pemerintah pusat memberikan atensi khusus pada Blok Masela mengingat nilai strategisnya bagi sektor energi, investasi, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Maluku menegaskan bahwa stabilitas keamanan adalah faktor esensial yang menentukan keberhasilan investasi dan kelancaran pembangunan.
“Stabilitas keamanan merupakan kunci sukses investasi nasional. Pembangunan sebesar apa pun tidak akan berjalan optimal tanpa situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Karena itu, Polda Maluku bersama seluruh unsur terkait berkomitmen memastikan setiap tahapan pembangunan Blok Masela berlangsung aman, tertib, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Kapolda.
Kapolda menambahkan, Blok Masela bukan sekadar proyek fisik di Maluku, melainkan bagian krusial dari agenda nasional. Proyek ini diyakini mampu membuka lapangan kerja secara masif, meningkatkan investasi, dan mendorong pemerataan ekonomi.
“Oleh karena itu, seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga iklim yang kondusif demi keberhasilan proyek ini,” ujarnya.
Terkait pola pengamanan, Kapolda menekankan pendekatan humanis yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan fisik, tetapi juga mengedepankan komunikasi, kolaborasi, dan dialog dengan seluruh elemen masyarakat. Tujuannya agar pembangunan berjalan inklusif dan berkelanjutan.
“Dukungan masyarakat menjadi faktor penting agar pembangunan lancar, sehingga manfaat ekonomi dan sosialnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat Maluku, khususnya di Kepulauan Tanimbar,” katanya.
Selain mengecek kesiapan groundbreaking, Forkopimda Maluku juga menyerap aspirasi dan masukan dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan terkait. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses pembangunan selaras dengan kebutuhan masyarakat setempat. (HT-01)









