Tinjau Bencana El Nino di SBT, Anggota DPR Alimudin Kolatlena Pastikan BNPB Respons Cepat Usulan Daerah

- Penulis

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BULA, HEADLINETIMUR.COM – Anggota Komisi VIII DPR RI, Alimudin Kolatlena, meninjau langsung dampak El Nino di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Peninjauan ini dilakukan bersama Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang telah berada di Bula selama empat hari untuk melakukan verifikasi lapangan.

Dampak El Nino yang melanda wilayah SBT meliputi kemarau panjang, krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga abrasi pantai.

“Dampak El Nino ini memicu kemarau panjang yang mengakibatkan krisis air bersih, karhutla, hingga abrasi. Apalagi daerah kita memang menjadi langganan gelombang tinggi,” ujar Alimudin usai rapat koordinasi bersama Pemda SBT di Kantor Bupati, Minggu (16/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usulan Pemda SBT Ditindaklanjuti BNPB

Alimudin menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) SBT telah mengusulkan alokasi Dana Siap Pakai (DSP) kepada BNPB dan pemerintah pusat untuk penanganan darurat bencana tersebut.

“Usulan sudah disampaikan dan langsung kita kawal melalui komunikasi dengan Kepala BNPB. Sebagai tindak lanjut, beliau mengutus tim yang dipimpin Pak Rizwandi untuk melakukan verifikasi di Bula selama empat hari terakhir,” jelasnya.

Menurut Alimudin, perhatian serius BNPB ini sejalan dengan arahan langsung dari Presiden. Tim BNPB telah merampungkan survei dan verifikasi di sejumlah titik terdampak di SBT.

Baca Juga :  Ketua Komisi II DPRD SBT Desak Pemda Bangun Jembatan Darurat di Wai Bobot

“Verifikasi ini dilakukan untuk menindaklanjuti permohonan Pemda SBT secara langsung. Insyaallah usulan ini bisa segera dieksekusi oleh BNPB,” tambah Alimudin.

Alimudin menegaskan, BNPB selalu responsif terhadap setiap usulan dari daerah selama didukung oleh data yang akuntabel.

“BNPB sangat akomodatif terhadap usulan daerah. Yang terpenting berbasis data, fakta, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika syarat itu terpenuhi, BNPB pasti merespons,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kesungguhan BNPB yang tetap memprioritaskan penanganan di daerah terpencil seperti SBT, di tengah padatnya agenda bencana nasional seperti penanganan gempa di NTT.

“Hari ini mereka tiba di Bula, kawasan yang cukup jauh di Provinsi Maluku. Ini menunjukkan komitmen dan kesungguhan BNPB,” tuturnya.

Alimudin mencontohkan kesigapan BNPB saat menangani dampak bencana non-alam akibat konflik antarwarga di Maluku Tengah beberapa waktu lalu.

“Waktu itu kami bersama Deputi III turun langsung ke Maluku Tengah melihat rumah warga yang hancur dan sudah bertahun-tahun tinggal di pengungsian. Setelah ditinjau, pembangunan hunian sementara langsung dieksekusi,” pungkasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Penanganan Darurat Wilayah 2 BNPB, Rizwandi, mengonfirmasi bahwa usulan dari Pemda SBT langsung direspons oleh Kepala BNPB.

Baca Juga :  Ambon Peringkat 10 Kota Toleran Se-Indonesia Sepanjang 2025

Selama empat hari melakukan survei, tim BNPB mendapati bahwa dampak kekeringan, krisis air bersih, karhutla, dan abrasi memang nyata dirasakan oleh mayoritas masyarakat SBT.

“Kami sudah meninjau lapangan dan memadupadankannya dengan proposal Pemda SBT. Dampaknya memang nyata, baik kekeringan, karhutla, maupun abrasi pantai,” ujar Rizwandi.

Ia juga menegaskan kembali bahwa BNPB senantiasa akomodatif terhadap permohonan daerah selama data yang disajikan akurat dan transparan.

Rizwandi menyebutkan bahwa hasil verifikasi lapangan ini akan segera dilaporkan dan dianalisis untuk mendapat keputusan dari Kepala BNPB.

” Insyaallah dalam waktu dekat bisa segera dieksekusi,” ungkapnya.

Untuk jangka panjang, BNPB mendorong kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dalam upaya mitigasi dan pencegahan, khususnya penanganan abrasi melalui pembangunan infrastruktur permanen.

Menghadapi puncak kemarau yang diprediksi BMKG terjadi pada September 2026, Rizwandi mengimbau masyarakat SBT untuk lebih bijak dalam memanfaatkan sumber daya air.

“Kami memohon kepada masyarakat agar lebih hemat menggunakan air bersih. Selain itu, hindari pembakaran sampah di area lahan kering dan tidak membuang puntung rokok sembarangan untuk mencegah karhutla,” tutupnya. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujud Kepedulian Konkret, Alimudin Kolatlena Turun Langsung Distribusikan Air Bersih di Bula
Sawah Kekeringan, DPRD Maluku Minta Pemprov Benahi Irigasi dan Genjot PAD
Dilanda Kemarau Panjang, Warga Negeri Lahema di SBT Krisis Air Bersih
Resmikan Sekretariat ICMI Maluku dan Luncurkan Muktamar VIII, Prof. Arif Satria Tekankan Pentingnya “Rumah Gagasan”
Perkuat Konektivitas Maluku, ASDP dan Bank Dunia Temui Warga Waipiri
Dorong Maluku Maju, Sekda Sadali Ie Ajak ICMI dan BRIN Perkuat Ekosistem Riset Kepulauan
Geliat Penolakan Investasi Peternakan Sapi Haji Isam di Aru: Terancam Cacat Hukum hingga Krisis Air
Terima Kwarda Maluku, Gubernur HL Komit Sukseskan Jamnas dan Dukung Penuh Musda

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:11 WIT

Wujud Kepedulian Konkret, Alimudin Kolatlena Turun Langsung Distribusikan Air Bersih di Bula

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:45 WIT

Tinjau Bencana El Nino di SBT, Anggota DPR Alimudin Kolatlena Pastikan BNPB Respons Cepat Usulan Daerah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:12 WIT

Sawah Kekeringan, DPRD Maluku Minta Pemprov Benahi Irigasi dan Genjot PAD

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIT

Dilanda Kemarau Panjang, Warga Negeri Lahema di SBT Krisis Air Bersih

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:52 WIT

Resmikan Sekretariat ICMI Maluku dan Luncurkan Muktamar VIII, Prof. Arif Satria Tekankan Pentingnya “Rumah Gagasan”

Berita Terbaru