AMBON, HEADLINETIMUR.COM.– Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Ambon kembali memicu keluhan publik. Kondisi ini dinilai mengganggu mobilitas dan memukul perekonomian warga, khususnya yang menggantungkan pendapatan harian dari kendaraan.
Antrean BBM terlihat di SPBU Passo ,
SPBU Lateri, SPBU Kebun Cengkeh
SPBU Slamet Riyadi Pantai Mardika, SPBU Pohon Pule, dan SPBU Wayame
SPBU.
Ketua Bidang PTKP Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon, Handiwin Tuheitu, mendesak Pemerintah Provinsi Maluku dan Pertamina Patra Niaga segera memberikan penjelasan terbuka terkait penyebab penumpukan kendaraan tersebut.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
“Antrean BBM tidak boleh dinormalisasi. Waktu warga habis berjam-jam di SPBU, padahal bagi pekerja harian seperti pengemudi ojek, pedagang, dan pelaku UMKM, waktu adalah penghasilan,” tegas Handiwin, Sabtu (15/8/2026).
Ia menambahkan, klaim ketersediaan stok BBM aman secara nasional harus sejalan dengan realita di lapangan. Keterbukaan informasi sangat diperlukan untuk memastikannya, apakah kendala bersumber dari masalah pasokan, distribusi, kuota, peningkatan permintaan, atau pengawasan.
HMI Cabang Ambon meminta Pertamina memastikan distribusi ke SPBU berjalan tepat waktu dan merata.
“Evaluasi menyeluruh serta langkah konkret amat dibutuhkan agar persoalan tata kelola energi tidak lagi merugikan masyarakat,” pungkasnya. (HT-01)








