Meluruskan Isu Miring Konservasi Perairan Damer : Dari Misinformasi Hingga Petisi Dukungan Warga

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:42 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ghenez Umpenawany bersama
dua pembina Persatuan Pemuda Pelajar Mahasiswa Damer (P3MD) Ambon, yakni Andi Halono Cila Leterulu saat menyampaikan keterangan pers di Ambon, Jumat (24/7/2026). (Foto : Headlinetimur.com)

Ghenez Umpenawany bersama dua pembina Persatuan Pemuda Pelajar Mahasiswa Damer (P3MD) Ambon, yakni Andi Halono Cila Leterulu saat menyampaikan keterangan pers di Ambon, Jumat (24/7/2026). (Foto : Headlinetimur.com)

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Isu miring dan informasi sepihak disebut menjadi pemicu utama munculnya penolakan terhadap kawasan konservasi laut di Pulau Damer, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Namun, melalui sosialisasi dan edukasi yang bertahap, warga setempat perlahan mulai memahami dan menerima kehadiran program konservasi tersebut.

Ghenez Umpenawany, anak negeri dari Batumerah Damer, membeberkan kronologi dan alasan di balik dinamika penolakan program kawasan konservasi perairan di Pulau Damer.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ghenez menegaskan bahwa program konservasi yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 4 Tahun 2022 seluas 297.143,91 hektare tersebut pada dasarnya bertujuan baik, yakni memelihara, melindungi, serta memanfaatkan ekosistem laut demi kesejahteraan warga setempat.

Berdasarkan keterangan resmi Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku, Ghenez menjelaskan bahwa proses penetapan kawasan konservasi ini diawali dari penelitian ilmiah oleh tim ahli DKP, WWF, dan Blue Alliance Indonesia. Data penelitian tersebut dinyatakan valid, yang kemudian ditindaklanjuti dengan sosialisasi awal di tingkat kecamatan.

Namun, sosialisasi lanjutan ke tingkat masyarakat luas sempat tertunda akibat pandemi Covid-19 pada tahun 2021 serta keterbatasan anggaran.

Saat sosialisasi awal tingkat kecamatan, perwakilan dari 7 desa di Kecamatan Damer dikumpulkan, meliputi Desa Batumerah, Kuay Melu, Kumur, Bebar, Ilih, Kehli, dan Wulur. Masing-masing desa diwakili oleh Kepala Desa, Ketua BPD, dan satu tokoh masyarakat, sehingga total terdapat 21 perwakilan warga di luar jajaran kantor Camat dan staf.

“Karena sifatnya untuk perlindungan dan pemanfaatan masyarakat, semua kepala desa saat itu menerima dengan baik dan menandatangani kesepakatan,” ujar Ghenez bersama dua pembina Persatuan Pemuda Pelajar Mahasiswa Damer (P3MD) Ambon, Andi Halono Cila Leterulu di Ambon, Jumat (24/7/2026).

Setelah mendapat approval/persetujuan awal dari perwakilan masyarakat, DKP Maluku bersama Blue Alliance Indonesia mengurus dokumen kelengkapan hingga akhirnya Menteri Kelautan dan Perikanan memproses dan menerbitkan Kepmen KP pada 11 Januari 2022 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Wilayah Damer.

Baca Juga :  Warga Bakar TPS Tanjung Batu Merah, Wali Kota: Perilaku Tidak Tahu Aturan

Namun, tim DKP belum sempat turun langsung ke desa-desa di Damer untuk menyosialisasikan dokumen Kepmen KP tersebut lantaran situasi pandemi Covid-19 yang masih berlanjut serta keterbatasan anggaran kala itu.

Ghenez menceritakan, sejak disahkan hingga akhir tahun 2025, situasi di tengah masyarakat Kecamatan Damer relatif kondusif tanpa ada polemik.

Polemik penolakan baru muncul ketika organisasi paguyuban Persatuan Pemuda Pelajar Mahasiswa Damer (P3MD) Ambon mengeluarkan pernyataan sikap menolak penetapan kawasan konservasi Damer melalui media massa lokal pada 18 Februari 2026. Informasi pernyataan sikap tersebut kemudian menyebar luas ke masyarakat di Damer.

Merespons dinamika tersebut, perwakilan masyarakat yang mendukung program konservasi menyambangi kantor DKP Maluku pada 11 Maret 2026 untuk meminta penjelasan resmi. Salah satu poin tuntutan warga adalah meminta DKP segera melakukan sosialisasi Kepmen KP secara menyeluruh kepada warga di Damer.

“Pihak DKP menjelaskan, saat kami datang, sudah ada penandatanganan kerja sama (MoU) antara Pemerintah Provinsi Maluku dengan pihak pengelola konservasi, yaitu Blue Alliance Indonesia. Jadi sudah ada dukungan alokasi anggaran sosialisasi,” jelasnya.

Menindaklanjuti pertemuan tersebut, tim gabungan DKP beserta perwakilan masyarakat berangkat menuju Damer pada 6 April 2026. Dua hari berselang, tepatnya 8 April 2026, tim gabungan menyelenggarakan sosialisasi secara serentak di desa-desa se-Kecamatan Damer.

Hasilnya, dari tujuh desa yang ada, sebanyak enam desa menerima program konservasi tersebut tanpa kendala. Penolakan hanya sempat terjadi di Desa Batumerah akibat dinamika dan kekacauan dalam forum sosialisasi.

Ghenez mengungkapkan, penolakan di Desa Batumerah dipicu oleh disinformasi dan isu liar yang terlanjur beredar sebelum tim sosialisasi tiba di lokasi. Warga menerima informasi sepihak yang keliru mengenai aturan kawasan konservasi.

Baca Juga :  Wagub Maluku Ajak Warga Buano Manfaatkan Teras Pelayanan Publik Secara Maksimal

“Warga mendapat informasi sepihak bahwa mereka tidak bisa lagi mencari ikan atau biota laut, bahkan diisukan akan berurusan dengan aparat jika menginjak terumbu karang di zona inti. Selain itu, ada pernyataan sikap dari pihak luar melalui media online yang mengklaim ‘masyarakat Damer menolak’, padahal Damer terdiri dari tujuh desa,” tegas Ghenez.

Edukasi dan Petisi Dukungan Warga

Melihat kondisi simpang siur tersebut, para tokoh masyarakat yang paham aturan mengambil langkah inisiatif untuk memberikan pemahaman dan klarifikasi secara objektif kepada warga.

Setelah mendapat edukasi bahwa program konservasi tetap mengakomodasi aktivitas nelayan tradisional melalui sistem zonasi pemanfaatan, cara pandang masyarakat mulai bergeser. Warga Desa Batumerah yang sebelumnya terpengaruh isu miring kini balik memberikan dukungan penuh.

“Setelah kami jelaskan bahwa program ini justru untuk menjaga kelestarian laut dan hasil perikanan jangka panjang, warga akhirnya paham. Banyak dari mereka yang kini membuat petisi dukungan ke DKP dan Pemerintah Provinsi Maluku agar program konservasi ini tetap dilanjutkan,” lanjut Ghenez.

Ia menambahkan, upaya klarifikasi dan aspirasi warga ini juga telah disampaikan langsung ke tingkat Pemerintah Provinsi Maluku saat bertemu dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku beberapa waktu lalu.

Sebagai informasi, Taman Perairan Damer di Maluku Barat Daya merupakan kawasan konservasi penting yang melindungi ekosistem utama seperti terumbu karang dan padang lamun. Area ini menjadi habitat penting bagi satwa dilindungi seperti penyu hijau, hiu martil, serta menjadi salah satu habitat populasi dugong terbesar di Indonesia.

Kawasan ini dikelola oleh Pemerintah Provinsi Maluku dengan fokus perlindungan, pelestarian, serta pemanfaatan keanekaragaman hayati laut secara berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat lokal. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dilanda Kemarau Panjang, Warga Negeri Lahema di SBT Krisis Air Bersih
Resmikan Sekretariat ICMI Maluku dan Luncurkan Muktamar VIII, Prof. Arif Satria Tekankan Pentingnya “Rumah Gagasan”
Perkuat Konektivitas Maluku, ASDP dan Bank Dunia Temui Warga Waipiri
Dorong Maluku Maju, Sekda Sadali Ie Ajak ICMI dan BRIN Perkuat Ekosistem Riset Kepulauan
Geliat Penolakan Investasi Peternakan Sapi Haji Isam di Aru: Terancam Cacat Hukum hingga Krisis Air
Terima Kwarda Maluku, Gubernur HL Komit Sukseskan Jamnas dan Dukung Penuh Musda
DPD PKS SBT Lanjutkan Distribusi Air Bersih Bagi Warga Bula
Jamin Keamanan Investasi, Sekda Maluku Tegaskan Lahan Hilirisasi Ubi Kayu Bursel Harus Bebas Sengketa

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:08 WIT

Dilanda Kemarau Panjang, Warga Negeri Lahema di SBT Krisis Air Bersih

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:52 WIT

Resmikan Sekretariat ICMI Maluku dan Luncurkan Muktamar VIII, Prof. Arif Satria Tekankan Pentingnya “Rumah Gagasan”

Minggu, 9 Agustus 2026 - 18:11 WIT

Perkuat Konektivitas Maluku, ASDP dan Bank Dunia Temui Warga Waipiri

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:25 WIT

Dorong Maluku Maju, Sekda Sadali Ie Ajak ICMI dan BRIN Perkuat Ekosistem Riset Kepulauan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:34 WIT

Geliat Penolakan Investasi Peternakan Sapi Haji Isam di Aru: Terancam Cacat Hukum hingga Krisis Air

Berita Terbaru

Iptu Chalid Waliulu. (Foto: Istimewa)

Hukum & Kriminal

Imbas Narkoba, Kapolda Maluku Tunjuk Iptu Chalid Jadi Kapolsek Leihitu

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:31 WIT

Ilustrasi Polisi pemakai narkoba

Hukum & Kriminal

Terbukti Positif Sabu, Kapolsek Leihitu Terancam Dipecat dan Dipidana

Rabu, 12 Agu 2026 - 19:25 WIT