AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Dua tahun membiarkan akses jalan terbengkalai akibat longsor tanpa penanganan pemerintah, warga Negeri Oma dan Wassu, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, akhirnya memilih turun tangan secara mandiri.
Dengan peralatan seadanya, warga dari kedua negeri tetangga tersebut menggelar aksi gotong royong membersihkan material bebatuan besar di kawasan Tope pada Jumat (31/7/2026).
Salah satu warga Oma, Eddy Huamahu, mengungkapkan bahwa akses jalan utama yang menghubungkan Negeri Oma dan Wassu tidak dapat berfungsi optimal sejak longsor terjadi hampir dua tahun lalu.
ADVERTISEMENT
. Ukuran gambar 480px x 600pxSCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga kini, belum ada respons nyata dari Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah maupun Pemerintah Provinsi Maluku.
“Akses jalan terputus total dan sangat menyulitkan mobilitas masyarakat yang melintas di ruas ini,” ujar Eddy di akun Facebooknya.
Merasa tidak bisa terus bergantung pada janji, aksi kebersamaan ini digerakkan oleh Pemerintah Negeri Oma dan Wassu, Saniri Negeri, Majelis Jemaat, serta seluruh elemen masyarakat setempat.
Tanpa alat berat, warga memecahkan bebatuan besar menggunakan betel dan palu secara bertahap agar jalan tersebut bisa kembali dilalui kendaraan.
Warga berharap, aksi gotong royong ini menjadi teguran terbuka bagi pemerintah daerah untuk segera hadir dan mengambil langkah konkret.
“Terima kasih atas semangat kebersamaan dan persaudaraan yang terbangun. Namun, kami tetap mengetuk hati Pemkab Maluku Tengah dan Pemprov Maluku untuk peduli pada masyarakat di wilayah ini. Negara harus hadir memberikan kesejahteraan bagi rakyatnya,” tegasnya. (HT-01)









