Gelar FGD APPSI 2026, Maluku Dorong Pertumbuhan Ekonomi

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:01 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AMBON, HEADLINETIMUR. COM – Provinsi Maluku menjadi tuan rumah Focus Group Discussion (FGD) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Rabu (3/6/2026).

Forum ini menjadi wadah strategis bagi pemerintah provinsi se-Indonesia untuk memperkuat sinergi pembangunan daerah sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam sambutan Selamat Datang, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Maluku sebagai tuan rumah.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa Maluku tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan forum, tetapi juga rumah bersama bagi seluruh daerah yang memiliki semangat dan tujuan yang sama dalam membangun Indonesia.

Menurut Gubernur, keberagaman karakteristik, tantangan, dan potensi yang dimiliki setiap provinsi harus menjadi kekuatan untuk memperkuat kolaborasi, bukan menjadi pembatas.

Baca Juga :  Kapolda Maluku Tegaskan Rekrutmen Polri Tanpa KKN dan Titipan, Penilaian Realtime

Ia mengibaratkan laut Maluku yang menghubungkan ribuan pulau sebagai simbol persatuan dan kerja sama antardaerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Forum ini harus menjadi ruang untuk saling bertukar gagasan, pengalaman, dan solusi guna memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung agenda pembangunan nasional,” ujar Gubernur.

Ia berharap FGD APPSI 2026 dapat menghasilkan rekomendasi yang konstruktif sekaligus mempererat hubungan antarpemerintah daerah dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera.

Sementara itu, Ketua Umum APPSI yang juga Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud dalam sambutan pembukaan FGD, mengatakan APPSI memiliki peran penting sebagai wadah koordinasi dan komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Melalui forum ini, berbagai isu strategis pembangunan dapat dibahas bersama untuk menghasilkan solusi yang efektif dan berkelanjutan.

Rudy menjelaskan bahwa APPSI Tahun 2026 mengusung tema “Memperkuat Ekosistem Orange Economy: Integrasi Sektor Pertanian, Maritim, dan Ekonomi Kreatif sebagai Pilar Pertumbuhan Regional.” Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap tantangan global sekaligus upaya mengoptimalkan potensi unggulan daerah.

Baca Juga :  Butuh Rp279 Juta untuk Bangun Talud, Warga Lateri Diminta Bersabar

Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen. Capaian ini menunjukkan ketahanan ekonomi nasional yang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antarwilayah dan pengembangan sektor-sektor produktif.

“Integrasi sektor pertanian, maritim, dan ekonomi kreatif harus diwujudkan dalam kebijakan dan program nyata yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Rudy.

Melalui FGD ini, APPSI diharapkan dapat melahirkan rekomendasi kebijakan yang memperkuat posisi daerah sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjadi jembatan aspirasi daerah kepada pemerintah pusat.(HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Klarifikasi Kodam Soal Proyek Parkir di Sungai Wae Tomu Gagal Jawab Akar Persoalan
Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura
Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual
Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal
Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Proyek Sanitasi Banda Bermasalah, DPRD Maluku Desak Kontraktor Masuk Daftar Hitam
KKP Tertibkan 37 Rumpon Ilegal di Perairan Maluku Utara
Perlindungan Perempuan dan Anak Wajib di Maluku Jadi Komitmen Daerah

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:13 WIT

Klarifikasi Kodam Soal Proyek Parkir di Sungai Wae Tomu Gagal Jawab Akar Persoalan

Minggu, 27 September 2026 - 19:55 WIT

Bangun Parkiran di Atas Sungai Wai Tomu Mardika, Ini Alasan Kodam Pattimura

Sabtu, 26 September 2026 - 17:25 WIT

Maluku Perkuat Sektor Perikanan, Kerja Sama Perikanan RI-Tiongkok Diluncurkan di Tual

Jumat, 25 September 2026 - 18:23 WIT

Pembangunan di Sungai Wae Tomu, Gubernur dan Wali Kota Harusnya Tegur Kodam Sejak Awal

Jumat, 25 September 2026 - 17:27 WIT

Perkuat Layanan Korban Kekerasan, DP3A Maluku dan IPAS Indonesia Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Berita Terbaru

Ilustrasi tinggi muka laut di Indonesia mengalami kenaikan. Foto: dsda.jakarta.go.id/Hadua

Lingkungan

49 Ribu Warga Maluku Terdampak Kenaikan Air Laut

Senin, 28 Sep 2026 - 17:08 WIT

Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Maluku, Jhon Laipeny. (Foto: ISTIMEWA)

Parlemen

Laipeny: SPBU Nelayan Perlu Menjangkau Pulau-Pulau di Maluku

Sabtu, 26 Sep 2026 - 21:58 WIT