Soroti Antrean Haji di Maluku, Alimudin Kolatlena Tegaskan Estimasi Keberangkatan Bersifat Dinamis

- Penulis

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi VIII DPR RI, Alimuddin Kolatlena saat menyampaikan sambutan pada kegiatan sosialisasi persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2027 yang berlangsung di Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (2/8/2026) malam. (Foto : Istimewa)

Anggota Komisi VIII DPR RI, Alimuddin Kolatlena saat menyampaikan sambutan pada kegiatan sosialisasi persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2027 yang berlangsung di Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (2/8/2026) malam. (Foto : Istimewa)

AMBON, HEADLINETIMUR.COM — Masalah lamanya masa tunggu keberangkatan haji menjadi perhatian serius masyarakat Maluku. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 2027 di Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu (2/8/2026) malam.

Dalam pertemuan tersebut, salah satu tokoh masyarakat Hitu, menyuarakan aspirasi warga terkait panjangnya antrean haji yang dinilai perlu segera dievaluasi oleh pemerintah.

Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang telah membentuk Kementerian Haji dan Umrah secara terpisah. Menurutnya, keberadaan kementerian khusus ini merupakan wujud nyata reformasi tata kelola ibadah haji dan umrah yang selama ini diharapkan publik.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dulu pengelolaan haji dirasakan kurang profesional. Dengan kepemimpinan Presiden Prabowo, alhamdulillah tercapai pembentukan Kementerian Haji dan Umrah. Ini perubahan yang dinantikan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, ia menyoroti persoalan krusial mengenai durasi masa tunggu calon jemaah. Di usianya yang telah menginjak 72 tahun, ia mengaku realistis tidak lagi mengejar keberangkatan haji.

Baca Juga :  Serap Aspirasi di Maluku, Pansus Dorong RUU Daerah Kepulauan Wujudkan Pemerataan Pembangunan

Namun, ia merasa bertanggung jawab menyuarakan nasib generasi muda agar tidak kehilangan semangat mendaftar akibat antrean yang terlalu panjang.

“Asumsi masyarakat terhadap lamanya masa tunggu ini perlu dibahas bersama. Kalau masa tunggu bisa dipangkas, misalnya menjadi 5 hingga 10 tahun saja, tentu masyarakat akan lebih bersemangat. Ini menjadi catatan dan PR bersama untuk dicarikan solusinya,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Fraksi Gerindra dari daerah pemilihan Maluku, Alimudin Kolatlena menjelaskan bahwa lamanya antrean terjadi akibat ketidakseimbangan antara jumlah pendaftar dan kuota yang dialokasikan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Saat ini, daftar antrean calon jemaah haji di Indonesia telah menembus lebih dari 5 juta orang, sementara kuota tahunan dari Arab Saudi berada di kisaran 221 ribu jemaah.

“Indonesia sebenarnya memegang kuota haji terbesar di dunia, yakni mencapai 30 persen dari total kuota global, karena jumlah umat muslim kita yang sangat besar,” jelas Alimudin.

Ia menambahkan, pemerintah terus berupaya melakukan komunikasi diplomatik dengan Arab Saudi untuk mendapatkan tambahan kuota.

Baca Juga :  Pansus RUU Daerah Kepulauan Tegaskan DKK Bukan Beban APBN

Salah satu strateginya adalah mengusulkan dialokasikannya sisa kuota dari negara-negara lain yang tidak terserap secara maksimal. Jika penambahan kuota berhasil didapatkan, secara otomatis durasi masa tunggu di seluruh daerah akan terpangkas.

Terkait estimasi masa tunggu rata-rata nasional yang mencapai 32 tahun, Alimudin menekankan bahwa angka tersebut bersifat dinamis dan fluktuatif. Keberangkatan jemaah diatur secara otomatis oleh sistem berdasarkan urutan pendaftaran paling awal (first come, first served).

“Angka 32 tahun itu tidak mutlak. Di Maluku sendiri, ada jemaah yang bisa berangkat dalam waktu 15 tahun, bahkan ada yang 5 hingga 7 tahun. Untuk Kota Ambon, porsi keberangkatan kemarin cukup besar, yakni lebih dari 400 dari total 500-an kuota, karena diselesaikan berdasarkan pendaftar di tahun-tahun awal,” paparnya.

Alimudin memastikan aspirasi dari masyarakat Maluku ini akan menjadi bahan evaluasi dan dibawa dalam rapat kerja resmi bersama Kementerian Haji dan Umrah serta pemerintah pusat. (HT-01)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wajib Halal Oktober 2026, Alimudin Kolatlena Dorong BPJPH Masifkan Pelatihan “Juleha” di Maluku
Kunjungi Sekolah Rakyat Amahai, Alimudin Kolatlena Pastikan Proyek Strategis Presiden Tepat Waktu
Sosialisasi Haji 2027 di Hitu, Anggota Komisi VIII DPR Alimudin Kolatlena Dorong Peningkatan Pelayanan dan Keadilan Kuota
Isi Materi LK III HMI di Ambon, Alimudin Kolatlena Tegaskan RUU Daerah Kepulauan Kunci Keadilan Pembangunan
DPRD Maluku Godok Tujuh Ranperda, Samal Optimis Selesai Sesuai Target
Pansus RUU Daerah Kepulauan Tegaskan DKK Bukan Beban APBN
Serap Aspirasi di Maluku, Pansus Dorong RUU Daerah Kepulauan Wujudkan Pemerataan Pembangunan
Pansus DPR dan Akademisi Unpatti Dorong RUU Daerah Kepulauan Jadi Lex Specialis

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:29 WIT

Wajib Halal Oktober 2026, Alimudin Kolatlena Dorong BPJPH Masifkan Pelatihan “Juleha” di Maluku

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:46 WIT

Kunjungi Sekolah Rakyat Amahai, Alimudin Kolatlena Pastikan Proyek Strategis Presiden Tepat Waktu

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:09 WIT

Soroti Antrean Haji di Maluku, Alimudin Kolatlena Tegaskan Estimasi Keberangkatan Bersifat Dinamis

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:24 WIT

Sosialisasi Haji 2027 di Hitu, Anggota Komisi VIII DPR Alimudin Kolatlena Dorong Peningkatan Pelayanan dan Keadilan Kuota

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:19 WIT

Isi Materi LK III HMI di Ambon, Alimudin Kolatlena Tegaskan RUU Daerah Kepulauan Kunci Keadilan Pembangunan

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Naik Speedboat, Pengadilan Negeri Ambon Hadirkan Sidang Pidana di Saparua

Jumat, 14 Agu 2026 - 21:23 WIT

Sosial Kemasyarakan

Wali Kota Ambon: Ibu Tangguh, Fondasi Keluarga Kuat

Jumat, 14 Agu 2026 - 15:18 WIT