Komisi VIII DPR RI Dukung Transformasi STABN Raden Wijaya Menjadi Institut

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 16:02 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WONOGIRI, HEADLINETIMUR.COM — Komisi VIII DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap upaya alih status Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri menjadi sebuah institut. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat tata kelola pendidikan keagamaan Buddha yang lebih inklusif dan berkualitas di Indonesia.

Dukungan tersebut mengemuka dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI ke STABN Raden Wijaya pada Kamis (3/9/2026). Rombongan tim kunker dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wahid, serta dihadiri oleh sejumlah anggota Komisi VIII, yakni Muhamad Abdul Aziz Sefudin, Wibowo Prasetyo, H. Ashraff Abu, F. Alimudin Kolatlena, dan H. Zulfikar Achmad.

Turut mendampingi dalam kegiatan ini Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Jateng, Kankemenag Wonogiri, serta jajaran sivitas akademika STABN Raden Wijaya.

ADVERTISEMENT

ads. Ukuran gambar 480px x 600px

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota Komisi VIII DPR RI, F. Alimudin Kolatlena, menegaskan bahwa perubahan status dari sekolah tinggi menjadi institut merupakan kebutuhan nyata demi merespons perkembangan zaman dan peningkatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Buddha.

“Transformasi STABN Raden Wijaya menjadi institut bukan sekadar pergantian nama, melainkan dorongan besar untuk meningkatkan kapasitas akademik, memperluas jangkauan keilmuan, dan memperkuat layanan pendidikan keagamaan yang inklusif. Kami di Komisi VIII DPR RI tentu memberikan dukungan penuh agar proses alih status ini berjalan lancar dan segera terwujud,” ujar Alimudin Kolatlena.

Baca Juga :  Pansus Siapkan Tiga Skema Pendanaan dalam RUU Daerah Kepulauan

Alimudin menambahkan, kunjungan kerja ini menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung potensi, kebutuhan kelembagaan, serta sarana dan prasarana yang diperlukan kampus dalam menyongsong status baru tersebut.

Sinergi dan dukungan lintas pihak—mulai dari DPR RI, Kementerian Agama, hingga Pemerintah Kabupaten Wonogiri—diharapkan dapat mengakselerasi proses transformasi ini.

Dengan menjadi institut, STABN Raden Wijaya diproyeksikan tumbuh menjadi lembaga pendidikan Buddha yang semakin solid, unggul, serta memberikan dampak dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sementara itu, dikutip dari website Dirjen Bimas Buddha Kemenag, Wakil Ketua Komisi VIII DPRRI, Abdul Wahid, menyampaikan apresiasi atas perkembangan STABN Raden Wijaya dan menegaskan dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Buddha. Ia mendorong STABN Raden Wijaya untuk segera bertransformasi menjadi institut.

“Saya akan selalu support sekolah tinggi ini dan nanti akan segera keluar dari sekolah tinggi menjadi institut, bila perlu secepatnya menjadi universitas,” ujar Abdul Wahid.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama, Supriyadi, menyampaikan apresiasi kepada Komisi VIII DPR RI atas dukungan terhadap penguatan pendidikan tinggi keagamaan Buddha.

“Harapan dan tekad kami, tahun depan STABN Negeri Raden Wijaya juga harus segera menjadi institut agama Buddha. Mohon dukungan dan pengawalan dari Pak Wakil Ketua agar harapan ini dapat diwujudkan,” ujar Supriyadi.

Baca Juga :  Pansus Kebut Penyelarasan RUU Daerah Kepulauan, Dongkrak Pembangunan dan Cegah Tumpang Tindih Anggaran

Ketua STABN Raden Wijaya, Sulaiman, menyambut positif dukungan Komisi VIII DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri terhadap rencana transformasi kelembagaan. Ia menilai dukungan tersebut penting untuk memperkuat proses pengembangan STABN Raden Wijaya menuju Institut Agama Buddha Negeri (IABN) Raden Wijaya.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari Komisi VIII dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Ini menjadi penguatan bagi kami untuk terus berproses menuju IABN Raden Wijaya. Tentu transformasi ini membutuhkan dukungan dan kebijakan dari berbagai pihak, dan kami berharap prosesnya dapat terus dikawal bersama,” kata Sulaiman.

Saat ini, STABN Raden Wijaya memiliki 1.102 mahasiswa aktif, 44 dosen, serta tujuh program akademik dan satu program profesi. Pertumbuhan tersebut menjadi dasar perlunya penguatan kelembagaan dan sarana prasarana agar kampus mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin berkualitas.

Sulaiman menyampaikan bahwa pengembangan kampus diarahkan pada transformasi menjadi institut, pembangunan gedung kuliah terpadu, laboratorium, perpustakaan, dan asrama mahasiswa, serta peningkatan kualitas dosen.

Dukungan juga diberikan melalui perluasan akses pendidikan. Pada 2026, STABN Raden Wijaya memperoleh alokasi KIP Kuliah bagi 717 mahasiswa. Selain itu terdapat dukungan untuk peningkatan potensi akademik mahasiswa, penelitian dan pengabdian masyarakat, serta beasiswa pendidikan S3 bagi dosen. (HT-01/NET)

Follow WhatsApp Channel www.headlinetimur.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reses di Kampung Halaman, Rovik Afifudin Komit Sulap Pemukiman Air Salobar
Dana Khusus Kepulauan Didorong Jadi Solusi Ketimpangan Fiskal
Jaring Aspirasi Warga, Rovik Afifudin Komit Tuntaskan Masalah Air Bersih hingga Jalan
Gandeng UIN Ambon, Alimudin Kolatlena Sosialisasi Penguatan Moral Generasi Muda di Tulehu
DPRD Maluku Godok Perda Pohon Pertama di Indonesia, Dukung Pembangunan dan Lingkungan
Soroti Ketimpangan Pembangunan, Pansus RUU Daerah Kepulauan Serap Aspirasi di Manado
Soroti Kesenjangan Pembangunan, Fraksi Golkar Desak Pemprov Maluku Bertindak
Tinjau Proyek MAN IC Sumedang, Alimudin Kolatlena: Komisi VIII Ingin Pastikan Pembangunan Tepat Waktu

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:02 WIT

Komisi VIII DPR RI Dukung Transformasi STABN Raden Wijaya Menjadi Institut

Jumat, 4 September 2026 - 12:05 WIT

Reses di Kampung Halaman, Rovik Afifudin Komit Sulap Pemukiman Air Salobar

Kamis, 3 September 2026 - 22:40 WIT

Dana Khusus Kepulauan Didorong Jadi Solusi Ketimpangan Fiskal

Kamis, 3 September 2026 - 20:12 WIT

Jaring Aspirasi Warga, Rovik Afifudin Komit Tuntaskan Masalah Air Bersih hingga Jalan

Selasa, 1 September 2026 - 16:40 WIT

Gandeng UIN Ambon, Alimudin Kolatlena Sosialisasi Penguatan Moral Generasi Muda di Tulehu

Berita Terbaru

Prosesi penyerahan Pataka Kota Ambon oleh para jujare mongare kepada Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon yang digelar di Lapangan Merdeka, Senin (7/9/2026). (Foto : Diskominfo Kota Ambon)

Pemerintahan

HUT ke-451, Wali Kota Ajak Warga Jadikan Ambon Rumah Bersama

Selasa, 8 Sep 2026 - 07:43 WIT